Tuesday, March 17, 2009

BERBISNIS MENURUT AJARAN HINDU


Oleh : Drs I Ketut Wiana.M.Ag

Dosen Pasca Sarjana Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.


1.Permasalahan.

Untuk membangun kehidupan yang sejahtra di dunia ini menurut ajaran Hindu harus ada tiga hal pokok yang wajib dikerjakan oleh manusia secara seimbang dan berkelanjutan. Tiga hal itu dalam Bhagawad Gita dinyatakan Krsi,Goraksya dan Vanijyan. Artinya bertani dalam artian luas,beternak dan berdagang.Untuk menata tiga hal itu merupakan kewajiban para Vaisya sebagaimana dinyatakan dalam Bhagawad Gita XVIII.44.Membangun kesejahtraan dengan tiga usaha utama itu haruslah dilakukan sebagai suatu wujud bhakti pada Tuhan. Dengan melakukan usaha pertanian,peternakan dan perdagangan yang benar sesuai dengan norma-normanya akan dapat mewujudkan alam yang lestari dan masyarakat yang sejahtra.Alam dan manusia adalah ciptaan Tuhan.Karena itu mewujudkan ajaran Agama Hindu itu dengan asih dan punia sebagai wujud bahkati pada Tuhan. Asih pada alam lingkungan dan punia atau mengabdi pada sesama umat manusia itu sebagai suatu hal yang tidak terpisah-pisah.

Mengapa dalam dunia bisnis banyak muncul masyalah karena antara berbisnis dan beragama diimplermentasikan secara dikotomis. Berbisnis itu dianggap hanya cari keun tungan sebanyak-banyak dengan segala cara.Saat beragama melakukan pemujaan pada Tuhan untuk mohon ampun atas segala dosa-dosa yang dilakukan dalam kegiatan bisnis. Setelah yakin mendapatkan ampunan dari Tuhan selanjutnya berbisnis tanpa mengikuiti kaidah-kaidah bisnis yang bermoral dan berdasarkan hukum bisnis.

Jadinya permasyalahan itu timbul karena melakukan usaha bisnis tidak dianggap sebagai suatu wujud pengamalan ajaran Agama yanmg dianut. Sesungguhnya berbisnis itu adalah salah satu wujud dari pengamalan ajaran Agama.Bisnis yang dilakukan berdasarkan norma-norma bisnis yang benar dan bermoral,akan dapat menimbulkan multiflayer effek ekonomi yang mengangkat harkat dan martabat manusia.Hal ini sangat ditekankan oleh setiap ajaran Agama. Dengan binsis akan terbuka lapangan kerja.Terbukanya lapangan kerja dapat menyerap pengangguran.Ini adalah Yadnya nyata dari mereka yang berbisnis dengan baik. Bisnis akan dapat meberikan pajak untuk negara.Bisnis dapat mengembangkan berbagai macam cabang ilmu pengetahuan.Artinya bisnis memberikan nilai tambah pada ilmu pengetahuan.Ilmu bukan hanya untuk ilmu.Bisnis menjadikan ilmu untuk hidup. Bisnis menimbulkan interaksi sosial yang luas.Bisnis akan memberikan tetap hidupnya dinamika seni budaya. Kesemuanya itu akan terwujud apa bila berbisnis dilakukan dengan landasan moral Agama. Artinya para pengusaha hendaknya yakin bahwa dengan melakukan bisnis yang baik itu sebagai mereka sesungguhnya melakukan kehiduoan beragama yang lebih nyata mengangkat berbagai harkat dan martabat hidup dan kehidupan ini. Resi Canakya mneyatakan seorang pengusaha yang sukses dalam bisnis tidak ada bedanya dengan seorang Resi.

2. Bisnis Tanpa Moral Menimbulkan Dosa Sosial.

Bisnis sesungguhnya suatu upaya kerjasama manusia untuk mensejahtrakan hidupnya bersama di dunia ini. Dengan bisnis ini berbagai sumber-sumber ekonomi potensial dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi yang real. Menjadi sumber ekonomi yang real artinya secara nyata dapat memberikan tambahan produksi barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.Kalau ada keseimbangan antara produksi barang dan jasa dengan kebutuhan masyarakat maka hal itu sebagai salah satu syarat menciptakan ekonomi yang stabil.Bisnis memberikan berbagai lapangan kerja kepada masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Melalui bisnis ini manusia dapat memajukan berbagai aspek kehidupanya.Seni budaya tidak akan subur dalam masyarakat yang miskin.Kalau kita perhatikan keadaan di Indonesia umumnya dan di Bali khususnya, perkembangan bisnis sangat marak.Seharusnya kita sudah sangat makmur dan sejahtra.Mengapa kehidupan yang makmur sejahtra itu semakin jauh rasanya. Hal ini disebabkan tidak adanya keadilan dalam proses berbisnis.Mengapa tidak adanya keadilan karena rendahnya moral dalam melakukan bisnis.Nilai modal berupa uang dan barang sangat tidak seimbang dengan nilai tenaga,ketrampilan dan keakhlian manusia dalam melaku kan bisnis.Uang dan barang dalam berbisnis jauh lebih utama dinilai tinggi dari nilai tenaga, ketram pilan dan keakhlian manusia.Hal ini karena hukum ekonomi tidak dilandasi moral. Memang hukum ekonomi akan berproses secara alami. Kalau jumlah SDM yang dubutuhkan lebih banyak dari daya tampungnya maka SDM itu akan menjadi lebih murah.Murahnya nilai SDM tersebut sesungguhnya jangan sampai melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan rasa keadilan.Karena rendahnya moral dalam melakukan bisnis timbulah hukum rimba.Hukum rimba atau dalam Nitisastra disebutkan Matsya Nyaya adalah yang kuat memakan yang lemah. Tenaga kerja yang melimpah menyebabkan sementara pebisnis melakukan tenaga kerjanya secara tidak bermoral.Banyak pebisnis yang usahanya sudah sangat menguntungkan tetapi karyawanya tidak digaji secara wajar.Pada hal pengusaha tersebut hidup mewah berlebihan.Rumah,mobil ,perjalanan dan fasilitas hidup lainya serba berlebihan.Tetapi karyawan yang memiliki andil yang sangat besar dalam mensukseskan bisnisnya,mereka tetap saja dibayar rendah .Maksimum sesuai dengan Upah Minimum Regional.Sedangkan Upah Minimum Regional hitung-hitunganya berdasarkan kebutuhan fisik minimum.Bukan kebutuhan hidup minimum.Dilain pihak Negara menentukan pembangunan manusia seutuhnya. Tetapi hitung-hitungan upah hanya sebatas kehidupan fisik yang minimum lagi.Hal inilah yang akan menimbulkan dosa social.Dalam kehidupan sehari-hari kita akan menyaksikan kehidupan yang senjang sangat menjolok.Ada orang dimana-mana punya rumah sampai mereka susah mau tidur dimana malam ini. Dilain pihak setiap tahun ada orang yang hidupnya sangat tegang karena kontrak rumah sudah habis.Sedangkan uang untuk ngontrak selanjutnya belum ada uang yang terkumpul.Untuk hidup sehari-hari saja masih sering ngutang sana-sini. Orang-orang yang duduk di pemerintahan diharapkan dapat menjembatani hal ini.Tetapi mereka umumnya sibuk menghadiri acara-acara seremonial dan pidato-pidato yang muluk-muluk tanpa bukti memperbaiki kesenjangan.Merekapun tidak merasakan lagi hidup menderita karena sudah dilimpahi fasilitas yang berlebihan.Jangankan memperhatikan mereka yang jauh-jauh.Nasib bawahanya saja sering tidak mendapatkan perhatian yang wajar dan adil.Ada sementara pebisnis yang ingin berbisnis yang benar dan wajar untuk membangun kesejahtraan bersama secara adil.Merekapun sering mendapatkan berbagai kesulitan birokrasi yang berliku-liku. Bahkan Prof.DR.Sumitro Joyohadikusumo,bagawan ekonomi Indoensia pernah mengatakan bisnis Indonesia kena biaya siluman (informal cost) sampai 30 % dari total biaya produksi.Hal ini juga sebagai pendorong munculnya bisnis tanpa moral. Dari bisnis tanpa moral itu memicu timbulnya tekanan batin yang sangat kuat pada masyarakat luas baik langsung maupun tidak langsung. Tekanan psykhologis yang struktural ini cepat atau lambat akan memunculkan kekerasan social.Dari kekerasan social inipun juga akan memunculkan dosa social yang lebih luas lagi.Moto bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya ,meskipun secara teori sudah ditinggalkan ,namun masih saja secara praktis dugunakan.Hal itulah yang banyak menimbulkan berbisnis hanya mengejar keuntungan dengan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas yang luhur.

3. Bisnis Sebagai Media Beragama.

Beragama itu bukanlah hanya memuja Tuhan dengan Upacara-Upacara keagamaan semata. Hakekat Upacara Agama sesungguhnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia akan dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Dari kesadaran diri itu manusia dapat berbuat baik secara nyata pada sesama dan alam lingkunganya. Salah satu ciri manusia sebagai ciptaan Tuhan yang lebih sempurna dari makhluk lainya adalah ia bisa bekerja sama dengan sesamanya untuk meningkatkan kwalitas hidupnya.Kerja sama dengan sesama manusia itu sebagai wadah untuk meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai indikasi ia hidup semakin berkwalitas. Kerjasama yang paling intensip itu adalah kerjasama untuk meningkatkan kesejahtraan ekonomi secara adil.Keberhasilan kerjasama untuk meningkatkan kesejahtraan ekonomi ini akan menjadi dasar untuk membangun aspek hidup yang lainya di dunia ini.Misalnya meningkatkan dinamika kehidupan berkebudayaan. Memajukan kebudayaaan membu tuhkan dasar ekonomi yang kuat. Ekonomi yang kuat itu adalah ekonomi yang dibangun berdasarkan teori ekonomi yang wajar dan benar dengan landasan moral yang luhur. Kalau bisnis dipisahkan dengan pengamalan Agama maka bisnis itu akan menjadi garang hanya mengejar keuntungan saja bahkan sampai dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan. Karean itu hendaknya dikembangkan suatu paradigma bahwa berbisnis itu sebagai media beragama.Karena lewat bisnis kita bisa menolong banyak orang. Menolong sesama itu diajarkan oleh semua Agama.Lewat bisnis yang benar kita dapat menolong orang lain lebih nyata.Pertolongan itu adalah pertolongan yang terhormat. Bukan seperti memberikan uang recehan seorang pengemis dijalanan.Apa lagi sekarang orang akan lebih menghargai perbuatan nyata dari sekedar memberikan nasehat.Lewat bisnis kita dapat menampung berbagai bahan baku dari masyarakat.Dengan demikian bisnis itu sebagai media membuka pasar untuk menyalurkan produk masyarakat. Bisnis yang benar dapat memberikan lapangan kerja kepada banyak pihak.Seperti petani, peternak, pelaut, pengerajin, penambang. Demikian juga bisnis dapat menampung orang-orang yang memiliki ketrampilan dan keakhlian.Apa lagi kalau Bisnis itu menggunakan uang Bank sebagai penguat modalnya. Ini artinya kita juga menggunakan uang rakyat yang nabung di Bank bersangkutan.Bisnis yang menggunakan uang Bank juga banyak dapat menolong orang lain.Masyarakat yang menabungkan uangnya di Bank tesebut mendapatkan bunga.Bank yang mengelola simpanan masyarakat juga mendapatkan untung.Dari keuntungan tersebut Bank dapat menampung tenaga kerja yang juga berasal dari masyarakat.Kalau kita betul-betul melakukan bisnis yang baik dan benar hal itu sesungguhnya media untuk melakukan ajaran Agama.Agama mengajarkan agar setiap orang saling memperlakukan sesamanya dengan penuh kasih sayang.Lewat bisnis itu dapat berinteraksi sesama manusia untuk mengembangkan kasih sayang saling melayani untuk kehidupan bersama. Bisnis itu akan langgeng apa bila dalam berbisnis itu tidak saling menghancurkan.Bisnis itu justru harus diupayakan untuk saling memelihara dengan sistim sinergi.Bisnis juga harus saling mempercayai dan memelihara keper cayaan itu dengan sebaik-baiknya. Kalau konsep dan etika bisnis itu benar-benar dijalankan maka bisnis itu sesungguhnya wadah pengabdian pada sesama yang lebih nyata.Lewat bisnis yang benar itulah perputaran saling mengabdi dapat dilakukan.Hidup untuk saling mengabdi adalah hal yang diajarkan oleh Agama manapun.Lewat bisnis yang normative dapat menguatkan daya beli rakyat.Dengan semakin kuatnya daya beli rakyat perputaran ekonomipun akan semakin sehat,sepanjang hal itu dijaga dengan norma-norma etika ekonomi yang berlaku.Jadinya hakekat bisnis itu sesungguhnya memberikan banyak peluang untuk mengamalkan berbagai ajaran Agama.Karena bisnis dipisahkan bahkan dibuat berdikotomi dengan Agama maka seringlah terjadi mala petaka dalam kehidupan berbisnis. Citra bisnispun menjadi tercoreng.Saling percaya mempercayaipun menjadi semakin rapuh dalam kehidupan bisnis.Kalau bisnis itu diyakini sebagai media untuk mengamalkan Agama,maka pebisnis itu tidak akan merasa bahwa bisnis itu miliknya.Usaha bisnis itu adalah titipan Tuhan yang harus dirawat sebagai media memberikan pekerjaan dan kesejahtraan kepada sesama umat yang memiliki akses dalam usaha bisnis tersebut.Apakah itu pemodalnya,managementnya,karyawanya tidak akan merasa bahwa usaha bisnis itu miliknya.Itu adalah Tuhan yang harus dirawat bersama-sama untuk mengembangkan kesejahtraan sampai anak cucu kita seterusnya.

4. Distribusi Pendapatan Dunia Yang Tidak Adil.

Timbulnya krisis ekonomi dewasa ini bukan hanya terjadi di Indonesia.Cuma krisis di Indonesia ini bercampur baur dengan berbagai krisis lainya.Disamping itu daya tahan ekonomi Indonesia sangat lemah.Demikian kena serangan krisis moneter merambatlah menjadi krisis ekonomi dan ditumpuki oleh krisis politik , social,moral,krisis kepemimpinan krisis kepercayaan dan lain-lainya. Akibatnya timbulah krisis nasional yang multi dimensional.Sesungguhnya krisis ekonomi dunia ini sudah berlansung cukup lama.Salah satu indikasinya adalah pernyataan Badan Pembanguan Dunia (UNDP) yang berada dibawah naungan PBB yang dimuat dalam majalah Time 1 Juni 1991.Pernyataan UNDP itu dikutip dalam pengantar buku “permasyalahan abad ke 21”.Dalam buku tersebut dimuat tulisan berbagai akhli tentang permasyalahan dunia abad ke 21.Dalam pengantar buku tersebut dimuat pernyataan UNDP tersebut mengenai kesenjangan konsumsi dunia yang berlangsung dasa warsa 1990an.Mengenai kesenjangan konsumsi dunia ini UNDP tidak lagi membagi ada negara kaya dan negara miskin. Paradigmanya sudah dirobah menjadi keluarga kaya dan keluarga miskin.Kehidupan keluarga kaya dan miskin ini ada dimana-mana.Di Negara kaya ada juga keluarga miskin.Di negara miskin ada juga keluarga kaya.UNDP telah menyatakan adanya kesenjangan konsumsi dunia tersebut. Ada 1,1 milyard jiwa penduduk dunia menikmati 65 % pendapatan dunia.3,3 milyard penduduk dunia menikmati 33 % pendapatan dunia dan ada keluarga miskin sebanyak 1,2 milyard hanya menikmati 2 % pendapatan dunia. Amerika Serikat yang penduduknya 5 % dari jumlah penduduk dunia menikmati 25 % energi dunia.Tetapi AS juga mengotori udara dunia dengan CO2 nya sebanyak 25 % dari kekotoran udara dunia.Sedangkan India yang penduduknya 16 % dari penduduk dunia hanya kebagian 3 % pendapatan dunia dan juga tidak banyak ikut mengotori udara dunia dengan asap mesin pabrik dan alat-alat mesin lainya. .Pernyataan badan pembangunan dunia (UNDP) ini menggam barkan kesenjangan dunia yang cukup parah. Kesenjangan pembagian konsumsi pendapatan dunia ini lebih banyak berupa kesenjangan struktural bukan karena kesenjangan cultural. Artinya kesenjangan itu lebih banyak disebabkan oleh kebijakan pemerintahan Negara dan pasar (State and market). Berbagai upaya memang sudah ditempuh untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui berbagai badan dunia.

Namun keadilan konsumsi dunia juga belum dapat diwujudkan bahkan nampaknya semakin parah.Kesenjangan konsumsi dunia ini sebagai salah satu indikasi bahwa di dunia ini masih terjadi krisi ekonomi.Pada tgl 22 September 1998 kembali Administrator UNDP mengumumkan di Den Hag Belanda tentang kesenjangan konsumsi dunia tersebut. Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa 20 % penduduk dunia menikmati 86 % pendapatan dunia.Ini artinya 80 % penduduk dunia hanya kebagian 14 % pendapatan dunia. Meskipun berbagai kemajuan dibidang tehnologi sudah dicapai oleh umat manusia untuk memberi nilai tambah pada berbagai produk.Dengan kemajuan nilai tambah tersebut semestinya penduduk dunia memiliki berbagai peluang untuk memperluas lapangan kerja memajukan kesejahtraanya.Mengapa hal ini tidak terjadi sangat besar kemungkinan nilai-nilai keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan tidak dijadikan dasar moral membangun ekonominya.Ekonomi dunia dalam prateknya masih menggunakan siapa kuat dia dapat.Negara-negara besar nampaknya belasan kasihan pada negara kecil. Mereka mengucurkan bantuan pada negara kecil.Tetapi dengan syarat-syarat menguntungkan mereka,Seperti bantuan tersebut harus dibelanjakan di negari donor. Kapal untuk mengangkut barang-barang yang dibeli itu harus menggunakan kapal negara yang membantu.Demikian juga tenaga akhli harus berasal dari negara bersang kutan.Bantuan tersebutpun bukan bantuan ,tetapi pinjaman jangka panjang dengan bunga lunak.Kalau dihitung-hitung dengan syarat-syarat penggunaan bantuan tersebut sesungguhnya lebih banyak menguntungkan rakyat negara donor dari pada rakyat negara yang dibantu. Untuk mengatasi ketidak adilan ini UNDP melalui lembaga Parnership telah memfasilitasi sebuah NGO kelas dunia yang benama CIVICUS untuk melakukan penelitian di 14 negara berkembang .Tujuan penelitian tersebut untuk mengukur kesehatan masyarakatsipil(sivil society).Masyarakat sivil dianggap sehat apa bila telah memiliki akses yang kuat dalam menentukan segala kebijakan Pemerintahan Negara dan pasar.Kalau masyarakat sivil hanya menjadi objek dari berbagai keputusan Negara dan pasar maka masyarakat sivil itu dinyatakan tidak sehat. Di Indonesia kegiatan pengukuran kesehatan masyarakat sivil ini sudah dilakukan dari beberapa tahun.Kegiatanya baru tahapan menyusun kriteria kesehatan masyarakat sivil dalam berbagai aspek kehidupan.Kesehatan masyarakat sivil dalam hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan kesehatan fisik.Tetapi menyangkut aksesnya pada negara dan pasar.

5.Prinsip Bisnis Membangun Kesejahteraan Yang Adil.

Proses bisnis yang idial menurut para akhli ada lima tahapan yang tidak boleh dibolak-balik.Demikian praktisi bisnis Bapak Drs Putu Dhama.MM. dalam suatu pertemuan dengan penulis menceritrakan liku-liku bisnis.Lima proses itu adalah :Pertama memberikan kepuasan kepada custumer atau para pelanggan/konsumen. Kedua memberi pendapatan yang wajar dan adil kepada karyawan atau masyarakat yang bekerja di bisnis tersebut. Ketiga pemupukan modal agar modal yang ditanam dalam proses bisnis itu semakin mampu menghadapi perkembangan dinamika bisnis yang sering berfluktuasi . Keempat membayar pajak pada negara secara jujur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Kelima bisnis itu harus menjaga lingkungan sosial dan alam yang harmonis dan lestari.Kalau proses bisnis ini dapat berjalan dengan baik maka proses tersebut akan dapat menegakan prinsip bisnis untuk mengembangkan kesejahtraan bersama secara adil.Orang tua-tua di Bali dimasa lampau menyatakan dalam bentuk nasehat bahasa Bali sbb : “Ngalih gae bareng-bareng apang peturu hidup” .Ini artinya “mencari nafkah dengan bekerja sama agar sama-sama hidup”. Nasehat ini sesungguhnya memiliki pengertian yang dalam bahwa bisnis itu suatu kegiatan hidup yang sangat mulia sebagai media kerjasama untuk meningkatkan kesejahtraan yang adil.Mengapa dikatakan mulia karena harus menghasilkan benda atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.Kegiatan bisnis itu akan berlimbah dosa kalau menggunakan prinsip “mati iba hidup kai”.Artinya biarlah kamu mati yang penting aku hidup enak. Memang ada sementara pihak melakukan praktek bisnis seperti itu.Berbagai pihak yang diajak dalam proses bisnis itu tidak dihiraukan dalam keadaan bisnis sudah menguntungkan .Yang penting sang pebisnis itu dapat hidup mewah bersenang-senang menikmati keuntungan yang seharusnya menjadi milik bersama

Dengan produk bisnis berupa benda atau jasa itu kita dapat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Cuma benda atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan bisnis itu harus dapat diproleh masyarakat dengan wajar.Antara kwalitas barang atau jasa yang didapatkan oleh custumer agar seimbang dengan biaya yang dikeluarkannya. Apa lagi kalau masyarakat mendapatkan barang atau jasa tersebut dengan pelayanan yang menyenangkan dari pelaku bisnis.Hal itu sebagai suatu perbuatan jasa yang bernilai tinggi dihadapan Tuhan. Demikian juga kegiatan bisnis itu seyogianya dapat memberi kesejahtraan yang wajar dan adil kepada masyarakat yang bekerja dalam proses bisnis tersebut.Seharusnya hubungan kerja dalam kegiatan bisnis itu tidak sebagai hubungan majikan dengan buruh. Hubungan itu seharusnya dikembangkan sebagai sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang setara yang bekerja sama memba ngun kesejahtraan untuk dapat hidup wajar di dunia ini. Pengusaha mengeluarkan modal uang.Sedangkan karyawan mengeluarkan modal dalam bentuk tenaga,ketrampilan dan keakhlian untuk memajukan bisnis bersangkutan.Bisnis tentunya tidak akan dapat berja lan secara wajar tanpa tenaga,ketrampilan dan keakhlian para karyawan. Sebagai manusia yang beragama dan berbudaya tentunya harus melihat secara Agama dan budaya juga antara nilai modal berupa uang dan nilai modal berupa tenaga, ketrampilan ,apa lagi keakhlian manusia. Pebisnis yang berbudaya tentunya akan memandang tenaga kerja , ketrampilan dan keakhlian tidak dipandang dari norma-norma bisnis semata.Para karyawan juga dalam melihat kegiatan bisnis dimana ia bekerja tidak sebagai peluang untuk mengejar keuntungan material semata.Setiap pihak harus berpandangan bahwa bisnis itu sebagai lahan untuk mengembangkan kehidupan bersama sebagai cirri kita sebagai manusia ciptaan Tuhan.Lahan bisnis itu harus dirawat secara bersama-sama dengan sebaik-baiknya agar ia menjadi wadah kehidupan bersama secara turun temurun.Setiap orang seyogyanya membantu pengusaha untuk memupuk permodalan usaha bisnis tersebut agar mampu mengikuti dinamika bisnis yang terus berkembang.Setiap orang yang bekerja di bisnis tersebut seharusnya bersikap mengutamakan kemajuan bisnis tersebut.Kalau bisnis tersebut sudah maju hendaknya setiap orang mendapatkan perolehan yang wajar dan adil.Adil artinya memberikan kepada orang sesuai dengan haknya. Hak itu timbul dari kewajiban.Tanpa melakukan kewajiban dengan baik jangan lalu menuntut hak yang berlebihan yang tidak sesuai dengan kewajiban yang dilakukan.Lima tahapan bisnis itu tidak akan berjalan dengan baik apa bila setiap orang mementingkan dirinya sendiri.Setiap orang ingin mendapatkan untung sendiri-sendiri.Jangan usaha bisnis itu hanya sebagai wadah untuk sama-sama kerja bukan wadah untuk kerja sama membangun kesejahtraan bersama yang adil.Idialisme bisnis akan berhasil apa bila contoh diawali oleh pendiri bisnis tersebut.

6. Makna Mencari Untung Dalam Bisnis.

Membangun kesejahtraan yang adil dan bermoral merupakan prinsip bisnis.Untuk mewujudkan filosofi bisnis tersebut harus ada proses investasi .Usaha investasi itu seperti modal berupa uang maupun non material yang ditanam dalam usaha bisnis itu. Proses investasi itu harus dirumuskan sedemikian rupa untuk mendatangkan untung atau profit tertentu yang wajar sesuai dengan besar kecilnya modal yang diinvest. Dalam kemajuan jaman sekarang ini sudah tidak relevan dibicarakan teori bisnis klasik yang menyatakan “ dengan modal sekecil-kecilnya mencari untung sebesar-besarnya “.Hal itu sudah tidak masuk akal .Dalam proses bisnis tersebut investasi yang paling utama adalah kemampuan untuk menyusun “bisnis plan” yang relevan dengan perkembangan jaman.Bisnis yang relevan dengan perkembangan jaman adalah bisnis yang menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam proses bisnis. Proses mencari untung benar-benar berdasarkan perhitungan menguntung semua pihak secara wajar dan adil.Di Bali para tetua jaman lampau meninggalkan konsep mencari untung dengan istilah dalam bahsa Bali : “ bani meli bani ngadep”. Ini artinya pebisnis itu tidak memikirkan keuntungan diri sendiri.Yang juga harus mendapatkan perhatian seimbang adalah pembeli atau customer.Dalam istilah “bani meli bani ngadep” itu terdapat rasa keadilan yang durumuskan secara sadar dalam harga jual suatu produk bisnis.Dengan demikian proses mencari untung dalam bisnis itu sudah benar-benar memperhitungkan rasa keadilan.Tidak terkandung ambisi hanya mengejar untung saja tanpa memikirkan penderitaan orang lain.Dalam istilah tersebut penjual tidak rugi pembelipun tetap merasa diuntungkan. Istilah “bani meli bani ngadep “ yang diwariskan oleh leluhur orang Bali ini semakin jarang didengungkan dalam bidang bisnis.Hal menyebabkan semakin merosotnya penggunaan moral dalam dinamika bisnis.Mencari untung dalam bisnis semakin tidak menghiraukan keadilan,kejujuran,kewajaran.Bahkan menipu sekalipun dilakukan dalam mengerjar untung.Hal ini sebagai akibat beragama dan berbisnis dipisahkan bahkan dibuat berdikotomi.Berbisnis boleh cari untung dengan segala cara dengan berbuat dosapun dianggap syah dalam bisnis.Tetapi begitu beragama , saat itulah dengan khusuk mohon ampun pada Tuhan. Cara berbisnis dan beragama seperti itulah yang tidak tepat.Mahatma Gandhi mengatakan”bisnis tanpa moral akan menim bulkan dosa sosial”.Para pebisnis janganlah hanya berbekal ketrampilan bisnis secara tehnis.Para pebisnis hendaknya membangun kharakter diri untuk membangun kearifan dalam berbisnis.Pada jaman Kali ini dinyatkan jaman yang ditandai oleh banyak kerusuhan dan kemerosotan moral.Tetapi sesuai dengan hukum Rwa Bhineda jaman Kali ini juga menyediakan banyak jalan spiritual. Kekuatan spiritual itu dapat didaya gunakan untuk memajukan kehidupan manusia di berbagai bidang.Jika yang diperlukan pendidikan, pada jaman sekarangini banyak sekali tersedia berbagai macam sekolah dan yayasan pendidikan yang berkwalitas tinggi untuk mempelajari apapun juga.Jika kekayaan yang diinginkan jaman Kali ini menyediakan bermacam-macam jalan untuk memproleh kekayaan secara terhormat.Cara memproleh kekayaan secara terhormat itu antara lain dengan melakukan pelayanan yang prima dan bermoral dalam bidang bisnis. Mengapa dewasa ini kebahagiaan dan kedamaian umat manusia tidak semakin bertam bah.Karena dewasa ini masih banyak umat manusia mencari kekayaan dengan cara yang tidak terhormat. Bahkan kalau boleh dibilang kebanyakan orang mencari kekayaan dengan cara yang tidak terhormat.Seandainya pendidikan dijadikan media untuk membangun kharakter dan peluang bisnis dijadikan media untuk mencari kekayaan dengan cara terhormat ,maka kebahagiaan dan kedamaian akan semakin bertambah. Setiap denyut kehidupan sesungguhnya terpampang peluang untuk melakukan pelayanan yang prima kepada sesama.Apa lagi dibidang bisnis peluang untuk melakukan pelayanan sangat luas itu memberikan keuntungan material dan keuntungan moral. Mencari untung yang tidak terhormat dalam bisnis ujung-ujungnya banyak menimbulkan petengkaran yang sampai masuk kepengadilan.Memang hal ini banyak melahirkan lapangan kerja bagi para Pengacara.Memproleh keuntungan yang tidak terhormat banyak menimbulkan vibrasi negatif dalam masyarkat terutama para pelaku bisnis. Saling mempercayai dalam hubungan bisnispun berobah menjadi saling curigai. Rendahnya saling mempercayai dan ruwetnya birokrasi juga menimbulkan semakin meningkatnya biaya produksi suatu usaha bisnis.Mencari untung dengan cara terhormat seperti melalui pelayanan yang bermoral akan dapat menyederhanakan birokrasi.Birokrasi yang tidak ruwet dapat membangun efisiensi bisnis.Keuntunganpun didapatkan lebih terhormat.

7. Pelayanan Dalam Bisnis Harus Bermoral.

Salah satu fungsi bisnis adalah sebagai media pelayanan kepada masyarakat luas dalam mendapatkan barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu bisnis.Pelayanan yang paling utama adalah memberikan produk barang atau jasa yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan oleh custumer atau langganan/konsumen.Kemasan barang dan isi nya harus sesuai.Jangan kemasan barang dinyatakan asli tetapi isi didalamnya imitasi bahkan benar-benar palsu.Demikian juga volumenya.Kalau kemasanya dinyatakan satu kilo misalnya jangan kenyataanya kurang dari satu kilo. Membohongi langganan atau menipu harga-harganya perbuatan dagang seperti itu sangat dilarang oleh kitab Manawa Dharmasastra IX,287.Perbuatan seperti itu adalah perbuatan dosa yang patut dihukum oleh penguasa. Demikian Sloka Manawa Dharmasastra tersebut menyatakan.Ada juga pebisnis melakukan pelayanan yang palsu untuk menutupi kwalitas barang atau jasa yang dipasarkan.Misalnya melalui iklan yang dilebih-lebihkan lewat berbagai media jelas pelayanan itu adalah termasuk perbuatan dosa dengan membohongi langganan.Ada juga usaha bisnis dengan mengexploitasi kecantikan /keindahan wanita untuk menarik custumer. Mengexploitasi kemolekan wanita untuk tujuan promosi bisnis adalah usaha pelayanan yang tidak bermoral. Ini bukan berarti wanita cantik tidak boleh berbisnis.Wanita cantik tentunya syah-syah saja berbisnis namun jangan sampai ditam pilkan seronok melanggar etika moral.Pelayanan dalam bisnis hendaknya jangan sampai berbohong,menipu dan melanggar etika moral.Inilah nampaknya yang sulit diwujudkan oleh sementara pebisnis.Kebohongan,penipuan dan mengeksploitasi kemolekan tubuh wanita dalam pelayanan bisnis menyebabkan banyak keluhan masyarakat konsumen dalam memproleh barang dan jasa yang sesuai dengan uang yang dikeluarkan oleh kunsumen. Pelayanan hendaknya diyakini sebagai suatu Swadharma yang memang wajib dilakukan oleh pebisnis yang baik.YakinlahTuhan akan melimpahkan karunia kepada pebisnis yang jujur dan tulus melayani langganan.Pelayanan itu diberikan bukan karena semata-mata pebisnis mendapatkan untung uang dari kunsumen.Tetapi karena seorang pebisnis memang Swadharmanya melayani masyarakat konsumen dengan jujur,ikhlas dan penuh tanggung jawab.Mengapa harus demikian,karena ajaran Agama memang sudah demikianmenentukan Swadharma seorang pebisnis atau Waisya Warna.Dalam Mahabharata diajarkan bahwa barang siapa melindungi Dharma iapun akan dilindungi oleh Dharma.” Dharma raksitah raksati ” Artinya melindungi Dharma akan dilindungi oleh Dharma.Ada ceritra dalam kitab Cina Kata. Ada seorang Sanyasin Pemarah.Suatu hari bermeditasi dibawah pohon.Diatas pohon ada seekor burjng bertengger terus berak.Kepala Saniasin Pemarah itu kena beraknya burung tersebut. Sanyasin tersebut memandang dengan marah dan menggunakan Sidhinya membakar burung itu hidup-hidup. Burung tersebutpun mati terbakar.Suatu hari Sanyasin itu datang keseorang ibu pedagang untuk minta makan sore.Seorang Sanyasin memang hidupnya hanya dari minta-minta.Orang yang dapat melayani seorang Sanyasin memberi makan minum akan mendapatkan pahala yang sangat mulia,Demikian ajaran Sastra Agama Hindu mengajarkan.Saat Sanyasin Pemarah itu minta dilayani diberikan makan minum, ibu pedagang tersebut sedang sibuk melayani langganannya.Hal itu menyebabkan ibu pedagang tersebut tidak cepat dapat melayani Sanyasin Pemarah tersebut. Sanyasin itupun marah dan menggunakan Sidhinya mau mencelakankan ibu pedagang tersebut. Tetapi Sidhinya Sanyasin pemarah itu tidak mempan membakar ibu pedagang tersebut. Mengapa demikian,karena ibu pedagang itu dilindungi oleh Swadharmanya yaitu melayani langganannya yang sedang berbelanja.Jadinya seorang pebisnis yang yang dengan penuh kejujuran ,ketulusan dan bertanggung jawab dalam melayani para langganannya akan mendapatkan pahala kerokhanian dari Tuhan Yang Mahaesa.Dari ceritra kitab Cina Kata itu kita dapat menarik kesimpulan bahwa para pebisnis dalam meberikan pelayanan yang baik dan bermoral kepada langganannya bukan saja ia mendapatkan keuntungan material ,juga akan mendapatkan keuntungan spiritual.Karena memang demikianlah Agama menentukan Swadharma seorang pebisnis.Kalau sikap pelayanan yang demikian dapat dikembangkan oleh para pebisnis,yakinlah Tuhan akan mencurahkan karunianya kepada mereka-mereka yang berbisnis dengan palayanan yang berkwalitas seperti itu.Kalau pelayanan bisnis itu hanya berdasarkan motif untuk mengejar untung material semata ,maka seorang pebisnis hanya memperoleh kepuasan lahiriah saja.Kalau pelayanan itu dilakukan dengan kejujuran,ketulusan dan bermoral
maka disamping memproleh keuntungan material juga keuntungan social dan spiritual.

8. Investasi Tidak Boleh Melanggar Empat Hal.

Saya beberapa kali mendapat kesemptan ikut menjadi konsultan bidang sosial budaya beberapa proyek. Ketika saya ikut sebagai konsultan Proyek Perencanaan BUIP (Bali Urban Infrastruktur Proyek). Proyek ini dibyayai oleh Bank Dunia bekerja sama dengan Pemerintah R.I.Dalam proyek perencanaan tersebut disamping saya bertugas untuk memberikan masukan saya juga banyak mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga.Dalam proyek perencanaan itu sangat ditegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan tidak boleh melanggar empat hal yaitu; Hukum,HAM,Lingkungan dan ciri khas social budaya. Kalau investasi tersebut dapat diwujudkan tidak melanggar empat hal tersebut maka investasi itu benar-benar akan membawa masyarakat pada kehidupan yang sejahtra.Investasi yang tidak melanggar empat hal itulah merupakan invetasi yang layak.Kalau investasi itu diwujudkan dengan ambisi untuk memperkaya diri sendiri dengan melanggar berbagai ketentuan investasi yang berlaku maka investasi itu akan membawa kehancuran tatanan hidup. Dalam investasi tersebut tidak dibenarkan ada istilah ganti rugi.Yang benar adalah ganti untung.Pembangunan yang benar tidak boleh mengorbankan siapa saja.Kalau ada disatu pihak ada yang dirugikan dan dilain pihak ada yang diuntungkan.Apa lagi yang dirugikan itu justru mereka yang lemah dan kecil. Investasi yang demikian itu penuh dosa.Justru pembangunan itu harus menguntungkan semau pihak.Empat hal yang dilarang dalam proyek-proyek Bank Dunia itu sesungguhnya sudah termasuk dalam ketentuan hukum Indonesia dalam melakukan investasi. Di Indonesia ada sebelas larangan dalam melakukan investasi yang sudah dituangkan dalam suatu Peraturan Pemerintah tentang pedoman berinvestasi di Indonesia.Namun karena kondisi penegakan hukum di Indonesia masih sangat lemah, maka hal itulah yang menyebabkan investasi di Indonesia masih banyak menimbulkan masyalah.Supremasi hukum masih sering diintervensi oleh kekuasaan , politik dan kepentingan bisnis yang sempit. Sebelas larangan berinvestasi itu masih sering dilanggar. Demikian juga masyalah HAM. Investasi yang baik tidak menimbulkan pelanggaran HAM.Seperti menabrak hak-hak rakyat sipil dengan semena-mena.Ada suatu investasi mengusur tanah dan rumah masyarakat tanpa memperhatikan nasib pemilik tanah dan rumah tersebut. Ada pasar yang dirombak dengan alasan dipermodern,ujung-ujungnya menggusur mereka yang lemah.Hak-hak mereka yang lemah tidak terlindungi dalam invesatsi tersebut. Lebih-lebih mereka yang tergolong masyarakat lemah, buta hukum, buta birokrasi dan lemah koneksi. Seharusnya hak-hak mereka justru mendapatkan perlindungan dalam proses investasi. Lingkungan sering juga tidak diperhatikan dalam suatu proses investasi.Ada beberapa investasi yang sudah hampir rampung fisiknya barulah dibuatkan Amdal (analisa mengenai dampak lingkungan) Hal itu dibuat sedekar formalitas yang basa-basi. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi dalam suatu proses investai yang benar dan baik.

Konon di Amerika Serikat ada suatu investasi untuk membangun suatu supermarket yang modern.Setelah diadakan study di lokasi yang akan direncanakan ternyata ada sebuah telaga yang tidak begitu luas. Dalam telaga itu ada sejumlah ikan.Menurut hukum yang berlaku di Amerika Serikat ikan tersebut termasuk ikan langka yang wajib dilindungi menurut ketentuan hukum.Demi tegaknya hukum proyek tersebut dibatalkan dilokasi tersebut.Mengapa demi sejumlah ekor ikan proyek besar begitu dibatalkan.Hal ini demi kelestarian lingkungan .Karena memang spesies ikan itu memang langka.Kalau dibiarkan demi bisnis satu demi satu spesies akan hilang.Suatu saat keturunan umat manusia akan hanya mendengar ceritra kosong tentang berbagai spesies di bumi ini.Seperti halnya dynosaurus dan bebeapa binatang purba lainya hanya ada dalam ceritra saja.

Demikian juga cirri khas budaya setempat tidak boleh tergusur akibat adanya investasi. Justru investasi itulah yang melestarikan cirri khas budaya suatu daerah atau Negara Membangun suatu peradaban yang berciri khas istimewa dan luhur bukanlah hal yang gampang.Terbentuknya peradaban dengan cirri yang khas ,unik ,istimewa dan luhur melalui suatu proses panjang .Ia tumbuh berkembang dari generasi kegenerasi. Ciri khas budaya tersebut adalah sebagai suatu wujud budaya yang dapatmembedakan budaya suatu daerah dengan daerah lainya.Atau ciri khas suatu negara yang dapat dijadikan media untuk membedakan ia dengan Negara lainnya.Investasi harus melindungi keaneka ragaman cirri khas budaya.Karena itu hidup manusia di dunia ini tidak jenuh dan monoton. Disamping itu filosofi yang melatar belakngi keberadaan budaya yang khas itu dapat menjadi suatu objek study banding yang menarik diantara suatu kekhasan budaya yang satu dengan budaya lainya.Hal itulah yang tidak boleh tergusur karena adanya investasi.

9. Makna Mencari Untung Dalam Bisnis.

Membangun kesejahtraan yang adil dan bermoral merupakan prinsip bisnis.Untuk mewujudkan filosofi bisnis tersebut harus ada proses investasi .Usaha investasi itu seperti modal berupa uang maupun non material yang ditanam dalam usaha bisnis itu. Proses investasi itu harus dirumuskan sedemikian rupa untuk mendatangkan untung atau profit tertentu yang wajar sesuai dengan besar kecilnya modal yang diinvest. Dalam kemajuan jaman sekarang ini sudah tidak relevan dibicarakan teori bisnis klasik yang menyatakan “ dengan modal sekecil-kecilnya mencari untung sebesar-besarnya “.Hal itu sudah tidak masuk akal .Dalam proses bisnis tersebut investasi yang paling utama adalah kemampuan untuk menyusun “bisnis plan” yang relevan dengan perkembangan jaman.Bisnis yang relevan dengan perkembangan jaman adalah bisnis yang menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam proses bisnis. Proses mencari untung benar-benar berdasarkan perhitungan menguntung semua pihak secara wajar dan adil.Di Bali para tetua jaman lampau meninggalkan konsep mencari untung dengan istilah dalam bahsa Bali : “ bani meli bani ngadep”. Ini artinya pebisnis itu tidak memikirkan keuntungan diri sendiri.Yang juga harus mendapatkan perhatian seimbang adalah pembeli atau customer.Dalam istilah “bani meli bani ngadep” itu terdapat rasa keadilan yang durumuskan secara sadar dalam harga jual suatu produk bisnis.Dengan demikian proses mencari untung dalam bisnis itu sudah benar-benar memperhitungkan rasa keadilan.Tidak terkandung ambisi hanya mengejar untung saja tanpa memikirkan penderitaan orang lain.Dalam istilah tersebut penjual tidak rugi pembelipun tetap merasa diuntungkan. Istilah “bani meli bani ngadep “ yang diwariskan oleh leluhur orang Bali ini semakin jarang didengungkan dalam bidang bisnis.Hal menyebabkan semakin merosotnya penggunaan moral dalam dinamika bisnis.Mencari untung dalam bisnis semakin tidak menghiraukan keadilan,kejujuran,kewajaran.Bahkan menipu sekalipun dilakukan dalam mengerjar untung.Hal ini sebagai akibat beragama dan berbisnis dipisahkan bahkan dibuat berdikotomi.Berbisnis boleh cari untung dengan segala cara dengan berbuat dosapun dianggap syah dalam bisnis.Tetapi begitu beragama , saat itulah dengan khusuk mohon ampun pada Tuhan. Cara berbisnis dan beragama seperti itulah yang tidak tepat.Mahatma Gandhi mengatakan”bisnis tanpa moral akan menim bulkan dosa sosial”.Para pebisnis janganlah hanya berbekal ketrampilan bisnis secara tehnis.Para pebisnis hendaknya membangun kharakter diri untuk membangun kearifan dalam berbisnis.Pada jaman Kali ini dinyatkan jaman yang ditandai oleh banyak kerusuhan dan kemerosotan moral.Tetapi sesuai dengan hukum Rwa Bhineda jaman Kali ini juga menyediakan banyak jalan spiritual. Kekuatan spiritual itu dapat didaya gunakan untuk memajukan kehidupan manusia di berbagai bidang.Jika yang diperlukan pendidikan, pada jaman sekarangini banyak sekali tersedia berbagai macam sekolah dan yayasan pendidikan yang berkwalitas tinggi untuk mempelajari apapun juga.Jika kekayaan yang diinginkan jaman Kali ini menyediakan bermacam-macam jalan untuk memproleh kekayaan secara terhormat.Cara memproleh kekayaan secara terhormat itu antara lain dengan melakukan pelayanan yang prima dan bermoral dalam bidang bisnis. Mengapa dewasa ini kebahagiaan dan kedamaian umat manusia tidak semakin bertam bah.Karena dewasa ini masih banyak umat manusia mencari kekayaan dengan cara yang tidak terhormat. Bahkan kalau boleh dibilang kebanyakan orang mencari kekayaan dengan cara yang tidak terhormat.Seandainya pendidikan dijadikan media untuk membangun kharakter dan peluang bisnis dijadikan media untuk mencari kekayaan dengan cara terhormat ,maka kebahagiaan dan kedamaian akan semakin bertambah. Setiap denyut kehidupan sesungguhnya terpampang peluang untuk melakukan pelayanan yang prima kepada sesama.Apa lagi dibidang bisnis peluang untuk melakukan pelayanan sangat luas itu memberikan keuntungan material dan keuntungan moral. Mencari untung yang tidak terhormat dalam bisnis ujung-ujungnya banyak menimbulkan petengkaran yang sampai masuk kepengadilan.Memang hal ini banyak melahirkan lapangan kerja bagi para Pengacara.Memproleh keuntungan yang tidak terhormat banyak menimbulkan vibrasi negatif dalam masyarkat terutama para pelaku bisnis. Saling mempercayai dalam hubungan bisnispun berobah menjadi saling curigai. Rendahnya saling mempercayai dan ruwetnya birokrasi juga menimbulkan semakin meningkatnya biaya produksi suatu usaha bisnis.Mencari untung dengan cara terhormat seperti melalui pelayanan yang bermoral akan dapat menyederhanakan birokrasi.Birokrasi yang tidak ruwet dapat membangun efisiensi bisnis.Keuntunganpun didapatkan lebih terhormat.

10. Tahun Investasi Sebagai Media Beryadnya.

Dengan dicanangkanya tahun investasi bukan berarti segera ada harapan yang cerah dan berbunga-bunga bagi perbaikan ekonomi Indonesia.Sangat tergantung bagaimana investasi itu diselenggarakan.Kalau investasi itu diselenggarakan dengan motivasi mengejar untung sebanyak-banyak dengan tidak menghiraukan aspek-aspek lainya seperti keadilan,kemanusiaan, lingkungan dan kejujuran maka krisispun akan tetap terjadi.Seperti kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin.Rusaknya moral berbagai pihak karena akan terjadi kolusi,korupsi dan nepotisme.Kalau investor hanya mengejar untung untuk dirinya dalam proses investasi itu maka mala petaka ekonomipun akan terus melilit bangsa kita.Investasi itu hendaknya benar-benar menggerakan sumber-sumber ekonomi potensial menjadi ekonomi real .Artinya investasi itu nyata meningkatkan kesejahtraan masyarakat seluas-luasnya secara adil dan beradab. Adil itu memberikan orang sesuai dengan haknya.Hak timbul dari kewajiban.Kalau seseorang melakukan kewajibanya secara maksimal sesuai dengan normanya maka iapun hendaknya diberikan haknya sesuai dengan kewajiban yang dilakukanya itu. Harus dihitung dengan sebaik-baiknya dalam suatu investasi antara uang ,tenaga dan keakhlian yang diinvestasikan dalam suatu proses bisnis.Orang yang menginvestasikan uangnya,tenaganya dan keakhlianya harus di hitung secara adil agar nantinya setelah ada keuntungan atau kerugian dinikmati atau ditanggung secara adil. Demikian juga dampak lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya yang ditimbulkan harus benar-benar diperhitungkan secara nyata tidak hanya menjadi basa-basi formalitas saja.

Suatu investasi disamping memperhitungkan dengan cermat kelayakan ekonomi bisnis, juga hendaknya memperhitungkan proses investasi yang beradab. Maksudnya investasi itu hendaknya tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Tidak menyingkirkan ciri khas budaya yang sudah baik dan ajeg diterima oleh suatu lingkungan social.Investasi itu dijalankan sesuai dengan hokum yang berlaku dimana investasi itu diwujudkan. Kalau hal ini dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya maka investasi itu sebagai media untuk melakukan Yadnya. Mengapa investasi itu sebagai media beryadnya.Karena dalam investasi yang benar itu semua pihak yang terlibat dalam proses investasi itu harus melakukan segala sesuatu itu dengan penuh keikhlasan demi tujuan yang mulia. Keikhlasan itu muncul setelah melalui suatu proses analisa mendalam bahwa investasi itu akan membawa kemajuan hidup pada semua pihak.Pengorbanan yang dilakukan oleh investor akan membawa keuntungan kepada semua pihak tentunya termasuk sang investor.Para investor harus ada kesamaan sikap bahwa dalam proses investasi harus didasarkan dengan konsep “ berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian”. Besakit-sakit dahulu benenag-renang kemudian.Bersakit-sakit dalam tanda kutip itlah sebagaisuatu proses Yadnya.Dalam proses investasi ini ada suatu ceritra Tantri yang sangat popular di Bali. I Lutung bekerja sama dengan I Kambing menanam kacang panjang.Mereka berjanji bahwa daun-daunya nanti diambil oleh di Kambing.Sedangkan buahnya nanti untuk I Lutung. Setelah mereka berkeja sama berkebun kacang panjang .Kacangpun tumbuh dengan suburnya.Daunnya rimbun namun belum berbuah.I Kambing tidak ambil pusing kacang tersebut belum berbuah.Karena sudah berdaun I Kambing langsung saja menikmati daun kacang tersebut.I Lutung protes karena kacangnya belum berbuah.I Kambing tidak ambil pusing.Karena sesuai dengan perjanjian daun-daunya adalah hak Si Kambing.Karean sudah berdauntentunya Si Kambinglah yang punya hak.I Lutungpun tidak dapat berbuat apa-apa.Ia menjadi investor yang dirugikan. Sesungguhnya kerja sama menanam kacang itu belum memberikan hasil yang semestinya.Karena belum berbuah hanya baru berbunga. Bagi hasil itu baru layak dilakukan kalau kacang itu sudah berdaun dan berbuah.Ceritra ini sebagai suatu sindiran janganlah kita bermain curang dalam suatu proses kerjasama dalam berinvestasi.Bahkan mencari kelemahan-kelemahan hukum dalam investasi bisnis untuk keuntungan diri sendiri dan tidak memikirkan kerugian teman sendiri. Banyaknya muncul perkara hukum dalam proses bisnis dewasa ini karena para pebisnis banyakyang tidak menjadikan bisnis itu sebagai media beryadnya.AjaranYadnya itu adalah suatu investasi fisik material,moral dan berbagai sumber daya lainya. Tujuan Yadnya untuk mencapai kondisi saling memelihara dengan tulus ikhlas. Kerjasama saling memelihara itu berjalan kontinue dan konsisten. Inilah barang kali yang disebut pembangunan berkelanjutan.Kerjasama untuk saling memelihara itu disebut Cakra Yadnya dalam Bhagawad Gita III.16. Tahun investasi ini hendaknya dijadikan tahun Cakra Yadnya untuk hidup saling memelihara dalam membangun kesejahtraan yang adil dan beradab.


11. Investasi Untuk Mengatasi Kesenjangan.

Apa yang disebut dengan membangun manusia Indonesia seutuhnya dan Indonesia seluruhnya ternyata semakin jauh dari harapan. Hal itu sampai saat ini sebagian besar masih sebatas wacana sebagai pemanis bibir saja.Pembangunan fisik material dan mental spiritual tidak bersinergi.Pembangunan fisik material berjalan sendiri dan pembangunan mental spiritual berjalan terpisah sendiri juga.Pembangunan ekonomi tanpa membangun insan ekonomi yang bermoral luhur dan bermental tangguh akan menjadi mubazir. Pembangunan ekonomi yang demikian tidak lebih akan menjadi ajang perebutan rezeki tanpa memperhatikan moral etik dan kemanusiaan.Perolehan dari pembangunan ekonomi itu ibarat uang hasil rampokan.Semua pihak ingin dapat yang lebih meskipun tanpa berbuat apa-apa.Ketidak seimbangan juga sangat tampak dalam penempatan investasi.Karena tidak meratanya investasi di seluruh Indonesia maka penyebaran pendudukpun menjadi tidak merata.Dimana ada investasi pendudukpun berbondong-bondong kesana mengais rezeki.Hal itu sangat normal. Dimana ada gula semutpun pasti berdatangan.Keadaan seperti itu tidak mungkin dapat dihindari.Tetapi semut-semut itu bisa dibuat menyebar ,kalau investasi itu tersebar juga sesuai dengan kebijakan membangun Indonesia seluruhnya. Kita sangat paham potensi ekonomi seluruh wilayah Indonesia tidak sama.Ada yang mudah dikembangkan ada juga yang lebih sulit dikembangkan.Namun demikian kalau landasan kebijakan dalam investasi tidak semata-mata hanya profit oriented kesenjangan itu sedikit demi sedikit akan dapat diatasi.Kebijakan investasi itu haruslah dilandasi oleh sikap yang seimbang antara Porsi “profit oriented “ dengan porsi “ welfare oriented “. Untuk mewujudkan keseimbangan ini Pemerintah dan investor harus berkerja sama secara jujur dalam rangka menerapkan kebijakan yang seimbang itu. Investasi tanpa dasar kebijakan yang benar justru akan membawa mala petaka seperti kesenjangan ekonomi yang ujung-ujungnya akan menimbulkan kesenjangan social. Kesenjangan social tanpa penanganan yang benar dan tepat akan dapat berdimensi menimbulkan kesenjangan berbagai aspek kehidupan.Untuk menyeimbangkan kebijakan dalam melakukan investasi tidaklah semata-mata menjadi porsi para akhli ekonomi pembangunan semata. Kalau mau melakukan investasi untuk membangun kesejahtraan yang adil dan beradab semestinya semua akhli ikut dilibatkan.Banyak teori yang harus dipadukan.Karena masyalah investasi itu akan berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat.Ada yang menyatakan pembangunan itu dengan memperbesar hasil kue pembangunan terlebih dahulu. Setelah itu barulah dilakukan pemerataan.Kalau tidak ada pertumbuhan apa yang dimeratakan.Tetapi ada juga yang menyatakan pembangunan ekonomi itu harus dimulai dari keadilan untuk membangun kue kemakmuran itu.Dalam hal ini penulis ada sedikit pengalaman.Th 1996 saya pernah berkunjung ke Jepang.Saat itu saya sempat berdialog dengan Wakil Gubernur Okayama salah satu propinsi di Jepang. Ketika itu saya punya data tentang kesenjangan pendapatan beberapa negara.Di Jepang saat itu kesenjangan pendapatan satu berbanding sembilan (1:9).Singapura satu berbanding sebelas (1:11),Thailand satu berbanding dua puluh dua (1 :22),Malaysia satu berbanding dua puluh enam (1: 26),Philipina satu berbanding dua puluh empat (1 : 24) .Sedangkan Indonesia satu berbanding lima puluh (1 : 50).Hal itu saya tanyakan .Wakil Gubernur Okayama menyatakan bahwa dalam bidang ekonomi di Jepang diawali dengan investasi yang berkeadilan.Saat itu saya diberikan hadiah radio kecil sebesar batu bata. Radio sekecil itu dikerjakan oleh enam perusahaan.Tiap-tiap perusahan mengerjakan komponen yang berbeda.Kalau usaha pembuatan radio kecil itu menguntungkan. Keuntungan itu sudah menyebar keenam perusahan yang mengerjakan Radio tersebut. Demikian pula kebiasaan orang-orang kaya di Jepang tidak terlalu sering berbelanja kesupper market untuk memenuhi kebutuhanya sehari-hari.Ia cukup berbelanja kewarung-warung kecil di tetangga Hal ini juga akan membawa pemerataan ekonomi. Kalau orang-orang kaya biasa tak mau menoleh pasar tradisional apa lagi warung-warung kecil di tetangga.Hal ini juga sebagai salah satu sumber kesenjangan.Kalau orang-orang gedongan mau belanja dipedagang-pedagang kecil disekitarnya akan menimbulkan banyak manfaat bagi kedua belah pihak. Pertama akan membantu pemodal-pemodal kecil di sector informal untuk menghidupkan usahanya.Kedua akan menimbulkan keakraban social yang sama-sama dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam hidup bertetangga. Disamping itu kalau interaksi itu dapat dikembangkan secara sadar akan membantu meningkatkan kwalitas usaha pedagang kecil tersebut.Dengan demikian usaha kecil itupun pelan-pelan akan menjadi andalan untuk menopang kehidupan suatu keluarga dgn mantap

12. Mempertimbangkan Daya Dukung Alam.

Dalam Sarasamuscaya 135 ada dinyatakan bahwa sebelum menyelenggarakan empat tujuan hidup terlebih dahulu lakukanlah Bhuta Hita. Bhuta Hita artinya mensejahtrakan kehidupan alam lingkungan.Di dunia ini ada tiga tujuan hidup yang harus disukseskan yaitu Dharma,Artha dan Kama.Kalau tiga tujuan hidup itu sudah dapat diwujudkan dengan sukses maka hal itulah yang menjadi landasan untuk mencapai tujuan hidup yang tertinggi di dunia Niskala yang disebut Moksha.Mewujudkan tiga tujuan hidup di dunia itu membutuhkan sumber daya untuk diinvestasikan sebagai landasan mencapai tujuan hidup tersebut.Kalau tidak bersikap seimbang dalam mewujudkan tujuan hidup tersebut akan dapat merusak salah satu unsur dari sumber daya yang dijadikan landasan mencapai tujuan hidup itu. Dalam Sloka Sarasamuscaya tersebut diatas yang paling harus dijaga adalah kelestarian sumber daya alam.Bahkan menurut Sarasamuscaya tersebut sumber daya alam ini yang pertama-tama harus dilindungi kelestarianya.Karena sumber daya alam ini sangat sulit diperbaharui.Misalnya kerusakan hutan.Kalau sudah terlanjur rusak sungguh sangat berat untuk mengembalikanya.Karena untuk membuat pohon besar ,rindang dengan akar-akarnya sebagai penyerap air dalam waktu singkat tidak mudah.Demikian juga kerusakan pantai yang terlanjur abrasi.Sungguh tidak gampang mengembalikannya. Udara kota yang penuh polusi juga sungguh berat mengembalikan pada keadaan yang bersih.Sungai dengan kalinya yang sudah rusak karena disalah fungsikan.Daerah resapan yang sudah tidak berfungsi lagi sehingga air bawah tanah menjadi sesuatu yang langka. Kerusakan alam seperti itu umumnya karena ulah manusia yang ingin mendapatkan keuntungan sesaat dalam mengelola alam.Konon gurun pasir di Etiopia menurut pendapat para akhli Archeologi pada jaman dahulu adalah hutan blantara yang lebat.Karena ulah penduduk memanfaatkan hutan tanpa kendali akhirnya hutanya gundul bahkan akhirnya menjadi gurun pasir.Sekarang untuk mengembalikan menjadi hutan sesuatu yang sangat mustahil.Dalam tradisi HindudiBali adasebuah Lontar Siwagama yang menceritrakan tentang bahayanya kerusakan alam ini.Diceritrakan suatu saat tanah tidak mampu menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.Air kotor sehingga tidak mampu membasahi.Udara kotor dan menjadi sumber berbagai penyakit. Manusiapun hidupnya sengsara.Bhagawan Manupun melaporkan keadaan ini pada Hyang Widhi.Untuk mengatasi hal itu Hyang Widhi mengutus Hyang Tri Murti turun kedunia menyelamatkan alam dan makhluk hidup lainya.Bhatara Brahma turun menjadi Naga Ananta Bhoga dan masuk kedalam tanah mengembalikan fungsi tanah. Tanahpun menjadi Ananta Bhoga artinya sumber makanan yang tidak putus-putusnya. Bhatara Wisnu turun menjadi Naga Basuki.Kepalanya menjadi laut ekornya menjadi Gunung.Laut menguap menjaid mendung. Mendung jatuh menjadi hujan.Hujanpun ditampung oleh ekor Naga Basuki dalam wujud Gunung dengan hutannya yang lebat. Hutan lebat itu perwujudan dari sisik ekor Naga Basuki. Dari proses itulah timbul danau,sungai dan sumber-sumber air lainya.Karena itu sangat dilarang merusak laut,gunung dengan hutan,sungai danau dan sumber-sumber air lainya. Karena semuanya itu perwujudan Naga Basuki yang tiada lain Bhatara Wisnu sendiri. Naga dalam bahasa Sansekerta disamping berarti ular besar juga berarti bumi.Basuki artinya selamat atau rahayu. Jadinya Naga Basuki artinya alam sebagai penyelamat. Bhatara Iswara turun sebagai Naga Taksaka yaitu Naga bersayap terbang menyucikan udara. Mitologi ini sesungguhnya sebagai suatu ilustrasi pendidikan untuk mendidik umat manusia agar jangan merusak sumber-sumbr daya alam tersebut. Investasi tentunya sangat baik dilakukan tetapi justru untuk mengembangkan dan menjaga kelestarian alam tersebut (Bhuta Hita).Setidak-tidaknya investasi untuk mewujudkan tujuan hidup mendapatkan Dharma,Artha dan Kama dengan tidak mengurangi kelestarian alam yang sudah ada.Sesungguhnya tujuan Upacara Bhuta Yadnya dengan Mecarunya dalam wujud ritual yang sacral sebagai media untuk membangkitkan kesadaran spiritual untuk melestarikan alam. Dalam kitab Agastia Parwa dinyatakan :” Bhuta Yadnya ngaran taur muang kapujan ring tuwuh “.Artinya Bhuta Yadnya adalah mengembalikan (alam) dan melestarikan tumbuh-tumbuhan. Isi alam yang sering dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari harus dikembalikan keberadaanya seperti semula.Bhuta Yadnya juga untuk melstarikan tumbuh-tumbuhan.Mengapa,karena dengan suburnya tumbuh-tumbuhan itu sebagai indikasi berfungsinya dengan baik tanah,air,udara,panas dan akasa. Tumbuh-tumbuhan juga sumber pangan dari hewan dan manusia. Kata “Caru “ sebagai tujuan Bhuta Yadnya dalam bahasa Sansekerta berarti cantik atau harmonis.Tujuan utama dari Bhuta Yadnya adalah harmonisnya hubungan manusia dengan alam lingkungan.Kata Bhuta artinya alam ini sendiri yang terdiri dari lima unsur yang disebut Panca Maha Bhuta.

2 comments:

  1. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Mia. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah scammed oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya ladymia383@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    ReplyDelete
  2. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

    Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

    Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

    Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.

    ReplyDelete