Om Suastyastu,
Pinandita Sangraha Nusantara, sebagai ujung tombak pemerhati para pinandita nusantara secara nyata telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti kegiatan pengarahan, bimbingan dan peningkatan pemahaman dalam hal ritual dan upakara hindu, juga dalam hal kemanusian khususnya dalam membantu memberikan program asuransi kesehatan yang didukung penuh oleh Badan Dharma Dana Nusantara (BDDN) Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, kepada para pinandita dan pandita nusantara.
Disamping hal-hal umum seperti diatas, Pinandita Sanggraha Nusantara juga mencanangkan sebuah program kegiatan yang spektakuler yakni “ Program GO Internasional”.
Hal ini diperkuat dan dibahas secara seksama dalam rapat pengurus pada tanggal 08 Mei 2011 yang diadakan di pura Amartha Jati Cinere dan disepakati bersama untuk segera menjalin komunikasi kepada Kedutaan Besar India di Jakarta. Maka untuk menindaklanjutinya, di tugaskanlah Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PSN yakni Sdr A.S.Kobalen untuk segera melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak kedutaan India.
Pada hari kamis tanggal 23 Juni 2011, PSN mendapat undangan untuk menyampaikan Visi ,Misi dan program PSN dihadapan dengan The First Secretary Cons, Sdr Anand Basera (Sekretaris Duta Besar India). Acara dihadiri oleh, Ketua Umum, SekretarisUmum dan Sdr A.S.Kobalen Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PSN.
Dalam acara informal tersebut terjadi dialog dua arah yang saling memberi masukan, dan akhirnya disepakati untuk melanjutkan dialog tersebut secara resmi bersama Bapak Duta Besar India, dengan melibatkan pengurus organisasi Hindu lainnya diluar PSN seperti : WHDI , PERADAH dan KMHDI.
Waktu demi waktu berlalu, 3 bulan kemudian, tepatnya pada Hari Jumat tanggal 16 September 2011, PSN mendapat Undangan yang berisi bahwa tangal 20 September 2011 PSN bersama beberapa organisasi Hindu lainnya sebagaimana kesepakatan sebelumnya, akan diterima oleh Duta Besar India Mr Biren Nanda ( Ambassador Of India)
Pada tangal yang telah ditentukan tersebut semua peserta yang merupakan organisasi sayap dari PHDI sudah sudah bersiap di depan Gerbang Kedutaan untuk Antri Kartu Tamu, namun tiba-tiba Komandan Security Kedutaan , memerintahkan agar kami semua sebagai tamu kedutaan untuk masuk tanpa harus melalui pemeriksaan, dan bahkan kemudian kami angsung di antar keruang kerja bapak Duta Besar.
Sungguh suatu hal yang luar biasa sekali, bahwa bapak Duta Besar begitu bersahaja dalam menyambut kedatangan kami semua. Setelah dipersilahkan duduk, kemudian satu persatu dari rombongan yang hadir diperkenalkan oleh saudara A.S. Kobalen selaku Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PSN.
Bapak Duta Besar India kemudian mempersilakan Ketua Umum PSN Pinandita Gusti Ngurah Made Suyadnya untuk memulai menjelaskan program PSN yang dibantu oleh Sekretaris Umum Pinandita Astono Chandra Dana, kemudian acara di lanjutkan dengan penjelasan program WHDI Pusat yang di jelaskan oleh Sekretaris Umum WHDI Ibu Wikanthi Yogie .S.Ag. Setelah itu dilanjutkan penjelasan umum oleh Ketua I PERADAH, Sdr Wayan Sudana, dan perwakilan mahasiswa Hindu Sumut, Sdr Tamil Selvan yang kebetulan berada di Jakarta.
Bapak Duta Besar menyambut Gembira kehadiran kami para pengurus Organisasi Hindu di Indonesia ini, Beliau juga banyak bercerita tentang Hindu Tengger, karena beliau baru pulang dari sana serta tentang beberapa perguruan tinggi di Bali yang telah menjalin kemiteraan bersama perguruan tinggi yang ada di India.
Bapak Biren Nanda mengatakan “Kami sangat kagum dengan masyarakat di Indonesia, dan tidak menyangka ada sekian banyak umat Hindu yang tersebar diseluruh Indonesia, selain yang ada di pulau Bali”.
Beliau juga menyambut baik permohonan Ketua Umum PSN dalam Hal Pemberian Bea Siswa untuk 20 orang pertahun dalam program jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek bagi para pinandita kita belajar ke negeri India. Beliau juga menawarkan mata pelajaran umum apa saja, selain dari mata pelajaran agama guna menambah ilmu pengetahuannya dan berharap setelah mereka kembali, mereka dapat membimbing masyarakat Hindu Indonesia guna menyebar-luaskan pengetahuan keagamaan dan tata cara persembahyangan di Indonesia.
Beliau menawarkan beberapa hal dalam program pemberian bea siswa, seperti : Tiket Pesawat , tempat tinggal, makan, dan uang saku selama pendidikan di India, tapi beliau juga menyarankan agar yang berangkat sudah mempersiapkan diri secara matang, khususnya dalam penguasaan bahasa inggris, kemandirian untuk hidup jauh dari keluarga dan memang siap untuk menjalankan semua peraturan kampus dimana ditempatkan sesuai kesepakatan yang ditandatangani di bagian pendidikan Kedutaan India .
Demikian ,semoga informasi ini dapat menjadi motivasi dan tantangan para generasi kita untuk meraih kesempatan yang telah disediakan oleh Negara India melalui kedutaannya di Indonesia. Semoga Hindu tetap jaya selamanya.
Rahayu…...Rahayu…...Rahayu………..
Jakarta , 03 Oktober 2011
Pinandita Astono Chandra Dana
Sekum Pinandita Sangraha Nusantara
Welcome
“Pinandita Sanggraha Nusantara”
sebagai wadah pemersatu
Para Pinandita/Pemangku/Wasi/Dukun
di seluruh Nusantara.
Kalender Bali
Profile
Basic Info
Religion & SpiritualtyContact Info
email:sanggrahanusantara@gmail.com office:Pinandita Sanggraha Nusantara "Pura ADITYA JAYA" Jl. Daksinapati No. 10 Rawamangun Jakarta Timur Telp:(+6221) 7098-3858, 770-3574, 546-3858 Fax:(+6221) 546-3811 Bank BRI Cab. Pancoran Jakarta Rekening Britama Nomer : 0390-01-001235-50-8 Bank Mandiri Cab. Jakarta KP Pertamina Rekening Giro Nomer : 119-0004754048 DONASI/PUNIA ANDA SANGAT BERARTI dan BERMANFAAT BAGI PENGEMBANGAN PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA |
Bagaimana blog PSN sekarang?
Showing posts with label Events. Show all posts
Showing posts with label Events. Show all posts
Monday, October 17, 2011
Monday, March 16, 2009
Lintas Agama dan Kepercayaan di Melbourne
Lintas Agama dan Kepercayaan di Melbourne – Itulah Semangatnya
Melbourne Convention and Exhibition Centre yang baru diresmikan akan menjadi tuan rumah konferensi lintas agama dan kepercayaan terakbar. Konferensi tersebut akan mempertemukan para pemimpin agama dan kepercayaan dari seluruh penjuru dunia pada 3-9 Desember mendatang.
Konferensi Parliament of the World’s Religions memberikan kesempatan bagi Melbourne untuk membuktikan komitmennya pada keanekaragaman, perdamaian, pembangunan dunia berkelanjutan, dan rekonsiliasi di tingkat dunia.
Ketua Parliament of the World’s Religions 2009, Profesor Gary Bourna, mengatakan partisipasi ribuan peserta dari 80 negara berbeda akan menjadikan konferensi ini yang terbesar di Australia untuk tahun ini.
Beberapa delegasi dari Indonesia mewakili kelompok agama yang beragam hadir pada konferensi Parliament of the World’s Religions tahun 2004 di Barcelona’s Universal Forum of Cultures. Pertemuan Internasional yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali ini dihadiri oleh 9.000 peserta dari 74 negara.
Melbourne mendapat kehormatan menjadi tuan rumah konferensi tersebut tahun ini, mengalahkan Singapura dan New Delhi.
Parliament of the World’s Religions 2009 akan membuat dunia melihat Melbourne sebagai kota yang memiliki daya tarik internasional, menyusul Barcelona (2004), Cape Town (1999), dan Chicago (1993) yang telah menyelenggarakan konferensi yang sama,” kata Profesor Bourna.
“Melbourne merupakan tempat yang sangat ideal untuk pertemuan lintas agama terakbar tersebut karena kota ini memiliki budaya, keragaman agama, dan kerekatan sosial yang baik.
“Parliament of the World’s Religions 2009 merupakan kesempatan bagi para anggota maupun pemimpin komunitas agama dan kepercayaan untuk berdiskusi dan mencari kesempatan untuk terciptanya perdamaian, keragaman, dan pembangunan dunia yang berkelanjutan melalui saling pengertian dan kerjasama antar agama.
“Pertemuan strategis ini akan berlangsung di Melbourne Convention and Exhibition Centre, yang merupakan pusat dari kawasan senilai $1.4 miliar di sisi Sungai Yarra.”
Parliament of the World’s Religions 2009 akan mengangkat topik: Jadikan dunia yang berbeda: Saling mendengar, Selamatkan bumi (Make a World of Difference: Hearing each other, Healing the earth). Konferensi ini akan semakin hidup dengan digelarnya lebih dari 500 acara; diantaranya ceramah, dialog, loka karya, simposium, pertunjukan dan pameran, yang diikuti para pemimpin kepercayaan, agama, sipil, akademis dan politisi terkemuka dari Australia maupun mancanegara.
Parliament of the World’s Religions 2009 mendapatkan dukungan dari Pemerintah Negara Bagian Victoria, Pemerintahan Persemakmuran Australia, dan pemerintahan kota Melbourne, serta sejumlah donator individu, lembaga keagamaan, dan korporasi.
Parliament of the World’s Religions pertama kali diselenggarakan pada tahun 1893 dan sejak itu telah diselenggarakan di berbagai negara. Konferensi ini digelar untuk menciptakan keharmonisan antar umat beragama dan kepercayaan serta meningkatkan komitmen dunia dan institusi-institusi untuk menciptakan sebuah dunia yang damai dan pembangunan dunia yang berkelanjutan.
Sejumlah tokoh penting di Australia menjadi Patrons atau Pelindung Parliament of the World’s Religions, diantaranya:
Patron-in-Chief
* Profesor David de Kretser AC, Gubernur Negara Bagian Victoria
Para Pembicara sampai saat ini termasuk:
* Fr. Laurence Freeman - Direktur The World Community for Christian Meditation, Inggris
* His Holiness the Dalai Lama – Pemimpin Budha Tibet, India
* Chief Oren Lyons - Native American Faithkeeper of the Turtle Clan of the Onondaga Nation, USA
* Professor Joy Murphy Wandin - Senior Aboriginal Woman of the Wurundjeri People, Australia
* Dr. Chandra Muzaffar - Political Scientist and Founder of JUST, Malaysia
* Rev. Dr. Ishmael Noko – Sekretaris Jenderal Lutheran World Federation and Convenor of the Inter-Faith Action for Peace in Africa
* Rev. Dr. Shanta D. Premawardhana - Direktur Inter-religious Dialogue and Cooperation, World Council of Churches, Swiss
* Rabbi David Rosen - Pimpinan International Jewish Committee on Inter-religious Consultations, Israel
* His Holiness Sri Sri Ravi Shankar – Pemimpin Agama Yayasan The Art of Living, India
* Dr. Karan Singh – Anggota Parlemen, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, India
* Dr. M. Din Syamsuddin - Ketua Muhammadiyah, Indonesia
Untuk pertanyaan media, termasuk permohonan wawancara, mohon hubungi:
IPM Public Relations:
Leny Tanod & Ina Setiabudi
Tel: 021-7658451
HP: 0816909622; 0811870451
tanod@cbn.net.id ina.setiabudi@ipmpr.net

Melbourne Convention and Exhibition Centre yang baru diresmikan akan menjadi tuan rumah konferensi lintas agama dan kepercayaan terakbar. Konferensi tersebut akan mempertemukan para pemimpin agama dan kepercayaan dari seluruh penjuru dunia pada 3-9 Desember mendatang.
Konferensi Parliament of the World’s Religions memberikan kesempatan bagi Melbourne untuk membuktikan komitmennya pada keanekaragaman, perdamaian, pembangunan dunia berkelanjutan, dan rekonsiliasi di tingkat dunia.
Ketua Parliament of the World’s Religions 2009, Profesor Gary Bourna, mengatakan partisipasi ribuan peserta dari 80 negara berbeda akan menjadikan konferensi ini yang terbesar di Australia untuk tahun ini.
Beberapa delegasi dari Indonesia mewakili kelompok agama yang beragam hadir pada konferensi Parliament of the World’s Religions tahun 2004 di Barcelona’s Universal Forum of Cultures. Pertemuan Internasional yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali ini dihadiri oleh 9.000 peserta dari 74 negara.
Melbourne mendapat kehormatan menjadi tuan rumah konferensi tersebut tahun ini, mengalahkan Singapura dan New Delhi.
Parliament of the World’s Religions 2009 akan membuat dunia melihat Melbourne sebagai kota yang memiliki daya tarik internasional, menyusul Barcelona (2004), Cape Town (1999), dan Chicago (1993) yang telah menyelenggarakan konferensi yang sama,” kata Profesor Bourna.
“Melbourne merupakan tempat yang sangat ideal untuk pertemuan lintas agama terakbar tersebut karena kota ini memiliki budaya, keragaman agama, dan kerekatan sosial yang baik.
“Parliament of the World’s Religions 2009 merupakan kesempatan bagi para anggota maupun pemimpin komunitas agama dan kepercayaan untuk berdiskusi dan mencari kesempatan untuk terciptanya perdamaian, keragaman, dan pembangunan dunia yang berkelanjutan melalui saling pengertian dan kerjasama antar agama.
“Pertemuan strategis ini akan berlangsung di Melbourne Convention and Exhibition Centre, yang merupakan pusat dari kawasan senilai $1.4 miliar di sisi Sungai Yarra.”
Parliament of the World’s Religions 2009 akan mengangkat topik: Jadikan dunia yang berbeda: Saling mendengar, Selamatkan bumi (Make a World of Difference: Hearing each other, Healing the earth). Konferensi ini akan semakin hidup dengan digelarnya lebih dari 500 acara; diantaranya ceramah, dialog, loka karya, simposium, pertunjukan dan pameran, yang diikuti para pemimpin kepercayaan, agama, sipil, akademis dan politisi terkemuka dari Australia maupun mancanegara.
Parliament of the World’s Religions 2009 mendapatkan dukungan dari Pemerintah Negara Bagian Victoria, Pemerintahan Persemakmuran Australia, dan pemerintahan kota Melbourne, serta sejumlah donator individu, lembaga keagamaan, dan korporasi.
Parliament of the World’s Religions pertama kali diselenggarakan pada tahun 1893 dan sejak itu telah diselenggarakan di berbagai negara. Konferensi ini digelar untuk menciptakan keharmonisan antar umat beragama dan kepercayaan serta meningkatkan komitmen dunia dan institusi-institusi untuk menciptakan sebuah dunia yang damai dan pembangunan dunia yang berkelanjutan.
Sejumlah tokoh penting di Australia menjadi Patrons atau Pelindung Parliament of the World’s Religions, diantaranya:
Patron-in-Chief
* Profesor David de Kretser AC, Gubernur Negara Bagian Victoria
Para Pembicara sampai saat ini termasuk:
* Fr. Laurence Freeman - Direktur The World Community for Christian Meditation, Inggris
* His Holiness the Dalai Lama – Pemimpin Budha Tibet, India
* Chief Oren Lyons - Native American Faithkeeper of the Turtle Clan of the Onondaga Nation, USA
* Professor Joy Murphy Wandin - Senior Aboriginal Woman of the Wurundjeri People, Australia
* Dr. Chandra Muzaffar - Political Scientist and Founder of JUST, Malaysia
* Rev. Dr. Ishmael Noko – Sekretaris Jenderal Lutheran World Federation and Convenor of the Inter-Faith Action for Peace in Africa
* Rev. Dr. Shanta D. Premawardhana - Direktur Inter-religious Dialogue and Cooperation, World Council of Churches, Swiss
* Rabbi David Rosen - Pimpinan International Jewish Committee on Inter-religious Consultations, Israel
* His Holiness Sri Sri Ravi Shankar – Pemimpin Agama Yayasan The Art of Living, India
* Dr. Karan Singh – Anggota Parlemen, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, India
* Dr. M. Din Syamsuddin - Ketua Muhammadiyah, Indonesia
Untuk pertanyaan media, termasuk permohonan wawancara, mohon hubungi:
IPM Public Relations:
Leny Tanod & Ina Setiabudi
Tel: 021-7658451
HP: 0816909622; 0811870451
tanod@cbn.net.id ina.setiabudi@ipmpr.net
Katagori
Events
Tuesday, March 10, 2009
Pujawali Pura Agung Wira satya Bhuwana
Hari ini, Selasa tanggal 10 Maret 2009
bertepatan dengan : Purnamaning sasih Ke Sanga
adalah merupakan hari Pujawali di Pura Agung Wira satya Bhuwana Tanah Abang.
Pura ini berlokasi dibelakang Komplek PASPAMPRES Jalan Kesehatan Tanah Abang jakarta Pusat.
Bagi umat dan para Pinandita yang hendak ngaturang bakti dan ngaturang ayah dipersilahkan.
Suksema
bertepatan dengan : Purnamaning sasih Ke Sanga
adalah merupakan hari Pujawali di Pura Agung Wira satya Bhuwana Tanah Abang.
Pura ini berlokasi dibelakang Komplek PASPAMPRES Jalan Kesehatan Tanah Abang jakarta Pusat.
Bagi umat dan para Pinandita yang hendak ngaturang bakti dan ngaturang ayah dipersilahkan.
Suksema
Katagori
Events
Thursday, March 5, 2009
Sarasehan Pinandita Sejabotabek
HANYA DUA HARI
| Host: | |
| Type: | |
| Network: | Global |
| Start Time: | Saturday, February 21, 2009 at 8:05pm |
| End Time: | Sunday, February 22, 2009 at 8:05pm |
| Location: | PURA CIJANTUNG |
| City/Town: | Jakarta, Indonesia |
Katagori
Events
Subscribe to:
Posts (Atom)
Katagori
- Article (79)
- Asuransi PSN (2)
- Events (4)
- Pengumuman (17)
- Profile (10)
- Program (2)
- Pustaka-Pustaka (23)
- Religion (11)
- Sarati Banten (1)
- Tirtha Yatra (2)
- Umum (7)
