Showing posts with label Pengumuman. Show all posts
Showing posts with label Pengumuman. Show all posts

Thursday, April 5, 2012


Majalah ini sudah diLaunching di Pura Rawamangun Jakarta pada Tanggal 18 Maret 2012.
Bagi yang berminat berlangganan atau membelinya bisa menghubungi agen-agen berikut diseluruh Indonesia :

DAFTAR ALAMAT MASING-MASING KORWIL

1. Pinandita Wayan Sukantra S.Ag.
d/a Pura Raksabuana
Jl.Polonia No.216 - Medan
Sumatera Utara.
Hp.081973177244

2. Putu Senawa
Pembimas Hindu
Kanwil Kementerian Agama Prov. Riau
Jl. Sudirman No. 235
Pekanbaru - Riau.
Hp.08126899867

3. Budiono, S.Ag
Pembimas Hindu
Kanwil Kementerian Agama Prov.Jambi
Jl. A.Yani No.13 Telanaipura - Jambi
HP. 081539824196

4. Pinandita Dewa Ardana.
d/a Pura Santi Muara Dipa. 14 A
Jl. Bhakti Husada, Kecamatan Gading Cempaka
Kota Bengkulu - Bengkulu.
Hp. 081373671018

5. Pinandita I.Nengah Wiardiasa S.Ag
d/a Jl. Sinar Bulan
Rt.014/Rw.04 Kelurahan Sinar Bulan,
Kecamatan Bukit Intan - Pangkalpinang
Prov. Kepulauan Bangka Belitung.
Hp.081316454094

6. Pinandita I.B.Damiana.
d/a Pura Agung Sriwijaya
Jl.Seduduk putih No.19
Palembang.
Hp.08127837304

7. Pinandita Drs.Dewa Made Raka.
d/a Sekretariat PHDI Prov.Lampung
Jl. Mawar Indah No.2 Labuhan Dalam
Kedaton - Bandarlampung.
Hp. 081540826233

8. Pinandita Wayan Sartha.
Pegawai Biro Kesejahteraan Sosial
Prov. Kalimantan Barat
Jl. A. Yani
Pontianak - Kalbar
Hp. 081345193621

9. Ketut Aman.
d/a KUA kecamatan Sungai Loban.
Jl. Pemerintahan - Desa Sari Mulya
(Sbb 1/A) Kecamatan Sungai Loban
Kabupaten Tanah Bumbu
Kalimantan Selatan (72274).
Hp.0812539824196/08125169596.

10. Pinandita I Wayan Rasmin
d/a Komplek Pura No.30
Jl. Kinibalu Bukit Hindu
Palangkaraya - Kalteng.
Telp.05363227567

11. Pinandita I Dewa Gede Anom Putra.
d/a Pura Jagadhita Karana
Jl. Santosa No. 42
Samarinda - Kaltim.
Hp.081520976938 - 085332742442

12. Pinandita Drs. I Wayan Damai M.Pd, M.Sc, M.Si
d/a Kel. Maesa Perum UNIMA Blok.B/98 Kecamatan Tondano Selatan - Minahasa Sulawesi Utara.
081524512734

13. Pinandita I.B.Made Garga.
d/a CV. Catur Tunggal Jaya
Jl. Yusuf Hasiru. Kelurahan Pulubala
Gorontalo
Hp.085343897438

14. Pinandita I Wayan Wirya.
d/a Jl. Angkasa Birobuli
Kecamatan Palu Selatan.
Palu - Sulawesi Tengah.
Hp. 085232837057

15. Pinandita A.A. Anom Putra.
d/a Pura Giri Natha.
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 162. KM.12
Makasar - Sulsel.
Hp. 08193444420

16. Wayan Suparka.
d/a Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama
Prov. Sulawesi Barat
Jl. Ham Patana Endeng No.46.
Mamuju - Sulawesi barat.
Hp.081337617704

17. Pinandita I.B. Wayan Keniten.
d/a Kasi Bina Rohhinbud Bintal Dam XVI Patimura
Jl. A. Yani,
Batu Gajah - Ambon.
Hp.081360085834

18. Pinandita IGM. Sunartha S.Ag.
d/a Kanwil Kementerian Agama Kota Jayapura
Jl. Abe Pura Kotaraja.
Papua - Jayapura.
Hp.0811480693

19. Ida Bagus Lesmana .
Guru SD Inpres 66 Taman Ria
Jl. Tri Kora Taman Ria Wosi. Manokwari.
Papua Barat.
Hp.085289787978 - 081344022282

20. Pinandita I Dewa Alit Suastama.
d/a Jl. Hati Mulia III. No.8
Oebobo - Kupang
Nusa Tenggara Timur.
Hp.085239100050

21. Pinandita I Dewa Putu Suradana.
d/a Jl. Kirai Rimba Buntu No.47
Cipete Utara - Keb.Baru
Jakarta Selatan.
Hp.081318550088

22. Pinandita Drs. Putu Judi.
d/a Kanwil Kementerian Agama Prov.Sumbar
Jl. Kuini No.79 B Padang - Sumatera Barat.
Hp.08126638093

23. Pinandita PONIMAN
d/a Bapak MARNOKO
Pura DERO WEDOMARTANI
Ngemplak - Sleman - Yogyakarta.
Hp.081804180731

24. Pinandita Drs. I Gusti Agung Yoga, M.Si
d/a Jl. Dinar Elok A.11 N0.1 - 2 Perumahan Dinar Mas
Meteseh - Tembalang - Semarang (Jawa Tengah)
Hp.081225755009

25. Pinandita Made Karyawan.
d/a Kanwil Kementerian Agama Prov.Sultra Jl. A. Yani No. 6 Kendari
Sulawesi Tenggara.
Hp. 085240054077

26. Pinandita I Gst Ngurah Mendra S.Sos.H
Jl. Gunung Soputan Gang Sugriwa No. 1 B
Denpasar Barat - Kota Denpasar
B a l i
Hp.081805493702

27. Pinandita I Wayan Sukarsa
d/a Jl. Gora, Gg. Ngurah Rai Sindu
Cakra Utara Kodya Mataram
Lombok - NTB

28. Pinandita Ketut Yansen
d/a Jl. Dakota 46 Lanud Sulaiman
Bandung - Jawa Barat

29. Pinandita I Wayan Rajin
d/a Jl. Lematang IV/184
Depok Timur - Kota Depok
Jawa Barat
Hp. 08128895462

30. Gusti Ayu Sutini
Guru Sekolah Madania
Komplek Telaga Kahuripan
Parung - Bogor
Hp.08151669043

31. Sugi Purwati
Pura KERTAJAYA
Jalan KS Tubun Tangerang
Banten
Tlp. 02155790498
HP. 081585635105

32. Jro Mangku Nyoman Sampun Widarnayana
(Pemangku Pura Desa Pasamuan Agung)
Jalan Raya Pertigaan Padang Bai,
Antiga – Manggis
Karang Asem - Bali
Tlp: 036341690
HP.: 081337225956


Jakarta, 26 Maret 2012

Friday, April 1, 2011

SELAMAT ATAS DILANTIKNYA PSN KORWIL BALI

Dengan menghaturkan puja dan puji kepada Ida Sang Hyang Widdhi Wasa,
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah Propinsi Bali
telah resmi terbentuk dan Kepengurusan PSN Korwil Bali telah dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara Pusat pada :

Hari, Tanggal : Senin, 28 Maret 2011

Bertempat : Di Gedung Wanita "NARIGRAHA" Renon Denpasar

Ketua Korwil Bali : Pinandita Gusti Ngurah Mendra, S.Sos.H
Sekretaris Korwil Bali : Pinandita I Ketut Arsa Wijaya, SH


Selamat Bekerja, Kibarkan panji-panji PSN di seantero Bali.


Rahayu.......

Thursday, March 17, 2011

Jakarta, 16 Maret 2011.
Nomor : 477/ParisadaPIII/2011
Lampiran : -
Perihal : Himbauan

Kepada Yth:
Parisada Seluruh Indonesia
di-tempat


Om Swastyastu,

Sehubungan dengan adanya berbagai bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah, seperti di Jepang, Sumbawa, Aceh, Gunung Bromo dan lain-lain, bersama ini munghimbau kepada seluruh jajaran Parisada Daerah bekerjasama dengan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) untuk melaksanakan doa bersama pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 19 Maret 2011.
Bertepatan dengan persembahyangan Purnama kedasa
Tempat : di Pura masing-masing

Demikian himbauan ini disampaikan untuk menjadi perhatian sebagaimana mestinya dan atas kerjasama yang baik kami ucapkan terimakasih.

Om santih santih santih.


Pengurus Harian Parisada Pusat

Sekretaris Umum,

Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag


Tembusan Yth. :
1. Dharma Adhyaksa Parisada Pusat
2. Ketua Sabha Walaka Parisada Pusat
3. Ketua Umum Parisada Pusat (sbg. Laporan)
4. Ketua Umum Sanggraha Nusantara Pusat.

Friday, December 10, 2010

10 Keputusan (termasuk 1 Rekomendasi Munas) dan 1 Ketetapan Munas I PSN


Hasil-hasil MUNAS I PSN :

NOMOR : 001/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang JADUAL ACARA MUNAS I

NOMOR : 002/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang PERATURAN TATA TERTIB MUNAS I

NOMOR : 003/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang PIMPINAN SIDANG MUNAS I

NOMOR : 004/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang PEMBENTUKAN KOMISI MUNAS I

NOMOR : 005/TAP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA

NOMOR : 006/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang VISI DAN MISI SERTA PROGRAM KERJA

NOMOR : 007/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang KODE ETIK (SESANA) PINANDITA

NOMOR : 008/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang PEDOMAN MANGGALA UPACARA

NOMOR : 009/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang REKOMENDASI MUSAYAWARAH NASIONAL I PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA 2010

NOMOR : 010/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang SUSUNAN PENGURUS PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA PUSAT MASA BAKTI PERIODE 2010 - 2015

NOMOR : 011/KEP-PSN/MUNAS I/2010 Tentang PENUNJUKAN KETUA PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA PUSAT MASA BAKTI PERIODE 2010 - 2015 UNTUK MENDAFTARKAN KE NOTARIS SEMUA KEPUTUSAN-KEPUTUSAN MUNAS I PSN.

Tuesday, October 26, 2010

TERIMA KASIH

Kepada semua pihak yang telah memberikan support dan dukungan kepada PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA untuk melaksanakan MUNAS I, baik berupa dukungan moril maupun materiil yang sangat berarti bagi kami para pengurus PSN.

Angayu bagya pelaksanaan MUNAS I PSN telah berjalan dengan lancar, tertib dan telah berhasil menelorkan hasil-hasil Keputusan dan Ketetapan MUNAS PSN.

Semoga segala karma dan dukungan yang sangat mulia dari para darmika tersebut mendapatkan pahala yang terbaik dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Kepada Pengurus PSN periode 2010 - 2015 senantiasa mendapatkan jalan yang terang dalam mengemban amanat yang telah diberikan oleh para Pinandita dari seluruh Indonesia.

R...A...H...A...Y...U......

Monday, January 11, 2010

PANITIA MUSYAWARAH NASIONAL I PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA

PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA
Sekretariat : Pura “ADITYA JAYA” Jl. Daksinapati No.10 Rawamangun
Jakarta Timur
Tlp : (021) 7098 3858, 5603514, 5648954 Fax : (021) 546 3811


SURAT KEPUTUSAN
Nomor : Skep/ 001/PSN-P/ I /2010

Tentang

PANITIA MUSYAWARAH NASIONAL I PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA


PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA (PSN) PUSAT


Menimbang :
1. Program Kerja dan Program Anggaran Pinandita Sanggraha Nusantara ( PSN ) Pusat Tahun Anggaran 2010.

2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ( AD/ART ) Pinandita Sanggaraha Nusantara (PSN) Pusat. (Bab.V Pasal 15 ayat 1 (a) dan Bab. VIII Pasal 33 ayat 1) tentang Rapat-Rapat.

3. Bahwa untuk melaksanakan tujuan tersebut perlu dibentuk Panitia yang meliputi unsur-unsur Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara baik Pusat maupun Daerah (Korwil).

Mengingat :
1. Penyempurnaan dan penataan struktur organisasi Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat dan Daerah (Korwil dan Korda).

2. Visi dan Misi Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN).

3. Program kerja jangka panjang dan jangka pendek Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN).

4. Pedoman-pedoman dasar pelaksanaan upacara dan upakara bagi Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN).


Memperhatikan : Hasil pertemuan para Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) pada tanggal 5 Desember 2009 di Pura Amertha Jati” Cinere tentang pembentukan Panitia MUNAS I Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN).




M E M U T U S K A N


Menetapkan : PEMBENTUKAN PANITIA MUNAS I PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA (PSN) TAHUN 2010.


Pertama : Membentuk Panitia MUNAS I Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat dengan susunan Panitia sebagaimana tersebut dalam lampiran Keputusan ini.


Kedua : Tugas Panitia adalah sebagai berikut :

a. Melaksanakan MUNAS I Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat di Jakarta.

b. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan MUNAS I Pinandita Sangraha Nusantara (PSN) Pusat secara baik, tertib dan lancar.

c. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas tersebut kepada Pengurus Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat.


Ketiga : Pembiayaan kegiatan-kegiatan tersebut, diserahkan sepenuhnya kepada pihak Panitia untuk menggalinya dari sumber-sumber yang tidak bertentangan dengan peraturan-peraturan yang ada serta norma-norma Agama.


Keempat : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan diselesaikannya kegiatan dengan ketentuan akan diadakan perbaikan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan.



Ditetapkan di : Jakarta.
Pada tanggal : 9 Januari 2010.



PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA (PSN)

ttd
Jro Mgk Ir, IGM SUYADNYA M.Sc. S.Ag
Ketua Umum

Jro Mgk P ASTONO CHANDRA DANA,SE,MM
Sekretaris Umum


Tembusan :
1. Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat.
2. Dirjen Bimas Hindu Dep. Agama RI.
3. Bimas Hindu Kanwil Dep. Agama Prov. DKI Jakarta.
4. Bimas Hindu Kanwil Dep. Agama Prov. Banten.
5. Bimas Hindu Kanwil Dep. Agama Prov. Jawa Barat.
6. Parisada Hindu Dharma Indonesia Prov. DKI Jakarta,
7. Parisada Hindu Dharma Indonesia Prov, Banten.
8. Parisada Hindu Dharma Indonesia Prov, Jawa Barat.
9. Ketua Suka Duka Hindu Dharma DKI Jakarta.
10. Ketua Suka Duka Hindu Dharma Banten.
11. Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jawa Barat.
12. Yang bersangkutan untuk dilaksanakan.



LAMPIRAN
KEPUTUSAN PENGURUS PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA (PSN) PUSAT
NOMOR : SKEP/ 001/PSN-P/ I / 2010

TENTANG

SUSUNAN PANITIA MUNAS I PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA (PSN) PUSAT TAHUN 2010



I. PELINDUNG.

1. PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PUSAT.
2. DIRJEN BIMAS HINDU DEPARTEMEN AGAMA RI.
3. KEPALA PERWAKILAN PEMDA BALI
4. PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PROV. DKI JAKARTA.
5. PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PROV. BANTEN.
6. PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PROV. JAWA BARAT.
7. BIMAS HINDU KANWIL DEP. AGAMA PROV. DKI JAKARTA.
8. BIMAS HINDU KANWIL DEP. AGAMA PROV. BANTEN.
9. BIMAS HINDU KANWIL DEP. AGAMA PROV. JAWA BARAT.


II. PENASEHAT.

1. PROF. DR. IB. YUDA TRIGUNA, MSi
2. DR. GDE MADE ERATA.
3. DRS. ERLANGGA MANTIK
4. DRS. GOWINDA SAMY
5. PROF. DR. IR. I MADE KARTIKA.
6. MARSEKAL MADYA TNI (PUR) GEDE SUDANA
7. MARSEKAL PERTAMA TNI (PUR) PUTU SULATRA.
8. BRIGJEN TNI I NYOMAN WANGSAWAN
9. BRIGJEN TNI I GEDE SUMERTHA
10. BRIGJEN TNI NGAKAN GEDE SUGIHARTA
11. BRIGJEN TNI I MADE WISNU BAWA TENAYA
12. KOLONEL INF. (PUR) I KETUT BANTAS S.Ag.
13. KOLONEL INF. (PUR) I NENGAH DANA S.Ag.
14. KOLONEL INF. (PUR) WAGIO S, S.Ag
15. KOLONEL INF. I WAYAN SEMADI SE.MM.
16. KOLONEL CAJ. I KETUT SUKIRTA.
17. I KETUT LANCAR ,SE, MSi.
18. I GDE JAMAN S.Ag. Msi.
19. DRS. I MADE DWIANA.
20. DRS. I WAYAN SUPATRA.
21. WAYAN WINDHA WINAWAN S.Ag.
22. DRS. A.A. ANOM SUARTHA.


III. PANITIA PENGARAH.

1. JM. MADE SUTRISNA S.Ag. M.A.
2. JM. P. ASTONO CHANDRA DANA, SE.MM.
3. JM. DRS. I MADE SUJANA M.Pd.
4. JM. I MADE SUDIADA.
5. JM. I WAYAN SUDHARMA S.Ag.
6. JM. WAYAN RAJIN.
7. JM. NYOMAN SUSILA, S.Ag.MSi



IV. PANITIA PELAKSANA.

PANITIA INTI


KETUA UMUM : JM. DEWA PUTU SURADANA, SE, MM
KETUA I : JM. MAYOR AU DRS. I KETUT YANSEN
KETUA II : JM. MADE SUTRISNA, S.Ag, MA.

SEKRETARIS UMUM : JM. WAYAN RAJIN
SEKRETARIS I : JM. NYOMAN CAKRAYASA, SE
SEKRETARIS II : A.A. OKA MANTARA

BENDAHA UMUM : JM. ISTRI MADE PUDJI ASTUTI
BENDAHARA I : JM. ISTRI ARINI SUYASA
BENDAHARA II : WAYAN WARTINIASIH SUGITA, S.Ag.


SEKSI – SEKSI.

SEKSI DANA :
KOORDINATOR JM. IR. WAYAN GDE BAWA
DRS. I KETUT SUGITA
DRS. I.B. DJAYAPATI
IR. MADE SUDARTHA, MBA
MADE SUWENDRA
DEWA PUTU NGURAH UTAMA
JM. GEDE SUPARTA PUTRA, SH
JM. DRS,. I WAYAN ARDANA
JM. DRS. I MADE WINARTA
JM. IDA BAGUS SASMIKA

SEKSI AKOMODASI/TRANSPORTASI :
KOORDINATOR LETKOL MAR (PUR) I KETUT TAMA
JM. WAYAN SABAR
JM. I GST. PUTU RINDI
JM. A.A. OKA SUKERTA
JM. GEDE WIDNYANA
JM. NYOMAN WINTA
JM. I DEWA PUTU SUARSA

SEKSI KEAMANAN :
KOORDINATOR JM. KOMBES POL (PUR) I KETUT JENAKA SUNATA, SH
JM. LETKOL CAJ. DRS. I DEWA PUTU JAPA
JM. MAYOR CAJ. I KETUT KENCANA
JM. KETUT BRATA YUDHA S.

SEKSI ACARA :
KOORDINATOR JM. DRS. I WAYAN BUDHA, MPd
JM. I NYOMAN SUWETA, S.Ag
JM. I NYOMAN SURA
I MADE SUARTIKA, MBA

SEKSI DOKUMENTASI/ :
PUBLIKASI
KOORDINATOR DR. A.A. KETUT DIATMIKA
PUTU SUARSANA
DRS. IB. ALIT WIRATMAJA
DEWA KETUT SURATNAYA, S.Ag
JM. PUTU BUDIARSANA
JM. WAYAN PINDHA ASMARA
JM. KETUT LODJI

SEKSI KONSUMSI :
KOORDINATOR I GUSTI AYU ALIT ARIYANI
JM ISTRI MADE SUMIATI JENAKA
JM ISTRI NYOMAN SUTIARI
JM ISTRI WAYAN NUDRIATI METRA

SEKSI PERLENGKAPAN :
KOORDINATOR JM. KOMANG KARTHA
JM. WAYAN LECIR
JM. KETUT SUBADRA
JM. OKA SUDIARSA
JM. WAYAN SEMARA

SEKSI KESEHATAN :
KOORDINATOR YAYASAN ABDI DHARMA JAGADHITA
(TIM DOKTER KESEHATAN)

SEKSI UPAKARA/UPACARA :
KOORDINATOR JM. KETUT NURJALA
JM. A.A. MUDITHA
JM. MADE MUDITHA
JM. DEWA NYOMAN SUARTA
JM. MADE PASEK



Ditetapkan di : Jakarta.
Pada tangga l : 9 Januari 2010.


PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA (PSN)

ttd
Jro.Mgk. Ir, IGM SUYADNYA M.Sc. S.Ag
Ketua Umum

Jro.Mgk P ASTONO CHANDRA DANA,SE, MM
Sekretaris umum

Monday, December 7, 2009

RENCANA MUSYAWARAH NASIONAL LUAR BIASA (MUNASLUB) PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA 2010

Om Swastyastu,

Dengan telah turunnya Surat Pengakuan Resmi mengenai keberadaan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, maka pengurus PSN dituntut untuk lebih maksimal mendedikasikan waktu dan kiprahnya guna pengembangan organisasi dan khususnya yang menyangkut hal kepinanditaan.

Untuk penyempurnaan Organisasi yang meliputi Penyempurnaan AD/ART PSN, Penajaman Visi dan Misi PSN, Pengabsahan Kepengurusan PSN, Penyusunan Kode Etik/ SESANA Pinandita,serta Perumusan-perumusan Program Kerja PSN kedepan, maka pada hari Sabtu, 5 Desember 2009 bertempat di Pura Amertha Jati Cinere Jakarta Selatan, dalam rapat Pleno Pengurus PSN Pusat telah diputuskan :

1. PSN akan melaksanakan Kegiatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) sesuai dengan AD/ART PSN saat ini.
2. Rencana kegiatan MUNASLUB PSN akan diselenggarakan tentative pada bulan Oktober 2010 yang akan datang.
3. Kegiatan MUNASLUB PSN akan diselenggarakan di Jakarta.
4. Diharapkan seluruh Korwil-Korwil PSN yang telah terbentuk di 22 Propinsi bisa mempersiapkan diri.
5. Bagi para Pinandita yang belum ada kepengurusan Korwilnya (+/- 9 Propinsi lagi) diharapkan segera menghubungi pengurus Parisada setempat atau para Pembimas wilayah setempat agar bisa difasilitasi pembentukan wadah PSNnya sehingga pada bulan Oktober 2010 sudah bisa ikut berpartisipasi didalam MUNASLUB tersebut.

Demikian informasi ini disampaikan kepada para pengunjung Blog PSN ini agar bisa disebar luaskan kepada para pinandita didaerahnya masing-masing.

Suksma

PENGURUS PUSAT PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA



PINANDITA IR. GUSTI MADE NGURAH SUYADNYA
Ketua Umum

Sunday, August 30, 2009

Berita Duka Cita,

Om Swargantu, Moksantu, Sunyantu, Murcantu, Om Ksama Sampurna ya namah swaha.

Om wayur anilam amertam athedam bhasmantam sariram, om krato smara klibe smaram kritam smara.


Telah lebar ( Berpulang) Ida Pedande Gde Oka Kemenuh hari Minggu, 30 Agustus 2009 +/- Jam 1.53 di Rumah Sakit Puri Cinere Jakarta Selatan.

Saat ini jenazah beliau disemayamkan dirumah duka Griya Limo - Depok Jawa Barat.

Kami Pengurus Pusat Pinandita Sanggraha Nusantara, menyampaikan turut Berduka Cita, Semoga Atma beliau Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh bersatu dengan Ida Shang Hyang Widhi Wasa, serta segala dosa-dosa beliau diampuni dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan ketabahan untuk menghadapinya.

Om Shanti-Shanti-Shanti om.

Tuesday, July 28, 2009

KORWIL PSN ke 19 telah terbentuk

Om Awignham Astu Namo Sidham, Korwil PSN ke 19 telah dilantik dan dikukuhkan pada hari Minggu, 26 Juli 2009.

Bertempat di Balai Diklat Koperasi Kanwil Koperasi dan UKM Propinsi Bengkulu pada pukul 9.30 WIB telah dilantik dan dikukuhkan kepengurusan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah (Korwil) Propinsi Bengkulu oleh Pengurus Pusat PSN.

Acara ini terselenggara berkat bantuan dan dukungan total dan tulus dari Bapak I Gede Karsana, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Propinsi Bengkulu beserta para pengurus PHDI lainnya juga berkat dukungan yang luarbiasa dari Pembimas Hindu Kanwil Departemen Agama RI Propinsi Bengkulu.

Pada tanggal 25 Juli 2009 ketika jam telah menunjukkan pukul 11.00 WIB telah dibuka dengan resmi pertemuan para Pinandita dan Serati Banten se propinsi Bengkulu oleh bapak Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama RI Propinsi Bengkulu.

Dilanjutkan dengan Session 1 ; sosialisasi tentang Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), tentang Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) dan diskusi tanya jawab oleh Sekretaris Umum PSN, Kemudian dilanjutkan dengan Session 2 ; pemaparan Dharmaning Kepemangkuan dan Serati Banten serta diskusi tanya jawab oleh Ketua III PSN Bidang Sosial Kemasyarakatan & Humas.

Pada malam harinya disepakati pemilihan pengurus PSN Korwil Propinsi Bengkulu periode 2009 - 2014, dengan susunan pengurus sbb :

Pelindung : PHDI Propinsi Bengkulu & Pembimas Hindu Kanwil Depag RI
Dewan Kehormatan : 1. Mangku Wayan Gurem 2. Made Widana 3. IB Nindya

Ketua : Mangku Dewa Gede Ardana
Wakil Ketua : Mangku Wayan Mudita

Sekretaris : Mangku IB Ketut Armada

Bendahara : Mangku Putu Angkat

Seksi-Seksi :

Sie. Diklitbang : Mangku Gede Rata
Sie Org.& Dana : Mangku Ketut Budha
Sie Soskeshumas : Mangku Nyoman Setarsiti
Sie Upcr & Yadnya : Ibu Putu Padmi

Para Pengurus terpilih ini pada keesokan harinya yakni Minggu tanggal 26 Juli 2009 telah dilantik dan dikukuhkan.

Pengurus Pusat PSN mengucapkan selamat dan sukses, semoga pengabdian saudara-saudari senantiasa mendapatkan perlindungan dan bimbingan dari Ida Sang Hyang Widdhi Wasa.

Friday, June 26, 2009

STAHDN - Beasiswa bagi Pinandita/Pemangku

Om Swastyastu,

Inggih matur suksma dahat majeng ring para semeton se Dharma Umat Hindu Nusantara sekalian, atas partisipasi, doa restu serta bantuannya dalam menyampaikan kabar gembira ini, bahwa STAH Dharma Nusantara Jakarta , Program Studi Pendidikan Agama Hindu telah ter-akreditasi dengan katagori Baik, nilai 351 , peringkat B, berlaku s/d 29-05-2014 sesuai SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor : 011/BAN-PT/Ak-XII/S1/V/2009 tentang Status, Peringkat, dan Hasil Akreditasi Program Sarjana di Perguruan Tinggi tertanggal 29 Mei 2009 dari 50 buah PTN/PTS seluruh Indonesia (Peringkat A = 6 buah PT : Peringkat B = 27 buah PT dan Perngkat C = 17 buah PT dengan catatan nilai /peringkat : 361 - 400 / A ; 301 - 360 / B ; 200 - 300 / C ; tidak terakreditasi < 200 ).

Ngiring mangkin sikiang kayune untuk nyarengin ngajegang tur meningkatkan peranan STAH DN Jakarta puniki, khususnya dalam penyiapan SDM Hindu yang profesional dengan Visi : Vidya-Vijnana-Vidvan. Sehingga uluran bantuan dan partisipasi nyata para semeton umat sedharma sangat kami tunggu-tunggu dan harapkan sekali, semoga segala tantangan dan hambatan-hambatan yang terjadi saat ini dapat teratasi dengan baik atas Kesadaran kita semua / Eling terhadap swadharma kita masing-masing dan berkat Asung Kerta Waranugraha Hyang Widhi Wasa.

Sebagai informasi lain,untuk tahun ajaran 2009/2010 STAH DN Jakarta telah membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama s/d tanggal 15 Agustus 2009, dan bagi para Pinandita/ Pemangku yang berkenan untuk ikut mendaftarkan diri, akan diberikan bea siswa (bebas SPP) yang dananya telah disediakan oleh Dirjen Bimas Hindu Depag sebagai bantuan mahasiswa BKM maupun non reguler.

Matur Suksma

Prof.Dr.Made Kartika D.,
atas nama Ketua STAH DN Jakarta.

Wednesday, June 24, 2009

STAH Dharma Nusantara Jakarta Lulus AKREDITASI

Om Swastyastu
atas waranugraha Hyang Widhi astungkara sayaberitahukan kepada umat Hindu bahwa satu2nya PERTI Hindu di Ibu Kota Negara telah berhasil melewati satu tahapan uji publik dengan hasil yang sangat baik.

telah berhasil meraih Akreditasi dari BAN PT dengan predikat B+, dengan nilai 351
kepada semua pihak yang telah membantu STAH DNJ baik secara moril dan material kami atas nama Pribadi dan selaku bagian dari STAH DNJ mengucapkan Banyak terima kasih
semoga Hyang Widhi memberkati kita semua
semoga Hindu semakin jaya

OSSSO

I Wayan Sudarma

Sunday, April 5, 2009

PSN KORWIL Sulawesi Tenggara

Om Swastyastu,

Anghayu bagya haturang tityang majeng ring Ida Sang Hyang Widdhi, riantukan wit sangkaning asih beliau Pinandita Sanggraha Nusantara Korwil Provinsi Sulawesi Tenggara telah dilantik dan dikukuhkan pada hari Senin Wage Kulantir tanggal 26 Januari 2009 di asrama haji Kendari Sultra.
Acara ini terselenggara berkat kerjasama Pinandita Sanggraha Nusantara Pusat dengan PHDI Propvinsi Sulawesi Tenggara khususnya berkat kegigihan bapak Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, MT selaku Ketuanya.

Sejak tanggal 23 Januari s/d 26 Januari 2009 PHDI Provinsi Sulawesi Tenggara mempunyai hajatan yakni Paruman (Rakerda) sekaligus pembubaran Panitia Utsawa Dharma Gita Nasional di Asrama Haji Kendari yang pembukaannya dihadiri oleh MUSPIDA Tk I Provinsi SULTRA, Sekjen PHDI Pusat, seluruh Pengurus PHDI dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa serta dari unsur Peradah, WHDI dan para Pinandita se Sulawesi Utara. Menurut jadwal, Pelantikan dan Pengukuhan akan dilaksanakan tanggal 26 nya (hari terakhir).

Kami dari pengurus Pusat (Ketua Umum, Ketua III dan saya sendiri/Sekretaris Umum) berangkat dari Jakarta dan dari Bali hari Minggu tanggal 25 Januari 2009, sesampai di Kendari kami sudah dijemput oleh semeton dari PHDI Provinsi dan diantar kepenginapan di Hotel Putri. Malamnya kami dijemput dan bertemu dengan peserta Paruman dan dilanjutkan Pertemuan dengan para Pinanditanya untuk membicarakan rencana besoknya. Disana kami dari Pengurus Pusat memberikan pemahaman tentang PSN, Sejarah, Visi-Misi, Rencana Kerja dan lain-lainnya serta pembekalan tentang ke Pinanditaan.

Dalam kesempatan itu respon dari para Pinandita sangat-sangat antusias dan mendukung sekali, banyak pertanyaan diajukan terutama menyangkut masalah SESANANING Pinandita, masalah dan kendala-kendala yang dihadapinya sehari-hari.
Saking asiknya diskusi, tanpa terasa waktu berlalu demikian cepatnya, tepat pukul 12 malam pihak panitia menutup forum diskusi tersebut untuk memberikan kesempatan kepada kami untuk beristirahat.

Tepat pukul 9 pagi kami dijemput dan diantar ke asrama haji, disana sudah berkumpul seluruh peserta Paruman (RAKERDA PHDI Prov.SULTRA), acara diawali dengan tari Panyembrama, dilanjutkan dengan acara Pembacaan Surat Keputusan PSN Pusat tentang Pengukuhan Pengurus PSN Korwil Sultra terpilih, Pelantikan oleh KETUM PSN Pusat, sambutan dari Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara Korwil Prov. Sultra terpilih, sambutan Ketua Umum PSN Pusat, sambutan Ketua PHDI Provinsi SULTRA sekaligus menutup acara Paruman (Rakerda PHDI), dilanjutkan dengan acara kesenian.

Demikian dengan mengucapkan Puji syukur kehadirat Hyang Parama Kawi, dan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Jajaran Pengurus PHDI Provinsi SULTRA khususnya pak Ketut Puspa Adnyana, akhirnya bertambah satu lagi terbentuknya Korwil PSN sehingga total Provinsi yang sudah terbentuk Korwil PSNnya menjadi 10 Provinsi, diharapkan dalam waktu dekat, 3 Provinsi lagi terbentuk termasuk untuk Korwil di Provinsi Bali juga.

Untuk itu tityang sebagai pribadi dan pengurus lainnya mengharapkan suport dan dukungan dari para semeton darmika sami.

Suksema

Astono Chandra Dana

Ida Pandita Empu Dukuh Jaya Prateka

Dengan Hormat ,

Om Swasti Astu,

Bersama email ini kami informasikan bahwa “ Ida Pandita Empu Dukuh Jaya Prateka “ pada Rabu 1 April 2009 lebar/berpulang di RS Sanglah pada pukul 14.30 Wita.
Sebelumnya beliau sakit disaat muput di Pura Karang Pandan Solo 31 Januari 2009 selanjutnya beliau dirawat di Rs PKU Muhamadyah selama dua hari selanjutnya dipindah di RS Moewardi Solo hingga tanggal 25 Pebruari 2009 . Pada 25 Peberuari beliau dijemput oleh team RSUP Sanglah dan kemudian di rawat di ICU RSUP Sanglah kingga lebar.

Kami keluarga saat ini sangat bersedih dan merasa sangat kehilangan beliau. Berbagai upaya kami lakukan berpacu dengan langkah-langkah usaha medis yang luar biasa serta berpacu pula dengan biaya yang harus kami keluarkan.

Kini beliau disemayamkan di Asram Sri Widya Khauripan Tabanan Bali.

Upacara Pelebon akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2009.

Sejujurnya kami sampaikan bahwa hingga hari ini, biaya Rumah sakit belum bisa kami lunasi . Kami hanya dibantu oleh fasilitas ASKES karena beliau sebelum mediksa bertugas sebagai PNS dilingkungan Pemkab Tabanan Bali.

Ketika beliau sungkan/sakit kami sudah beremail ke PHDI Pusat, BDDN, namun belum ada realisasi.

Demikian email ini kami sampaikan, mohon maaf jikalau ada yang kurang berkenan. Serta terima kasih.


Tabanan, Sabtu 4 April 2009
Asram Sri widya kahuripan, Gria Gede Taman Anyar Khauripan



Putu Panca Wardani
Ananda

Redaksi : Om Swargantu, Om Murcyantu, Om Ksamantu, Om Sunyantu, Om Moksantu sarwa ya namah swada. Kami Pengurus Pusat Pinandita Sanggraha Nusantara mengucapkan turut berbela sungkawa atas lebarnya Ida Pndita, semoga arwah beliau mendapatkan genah linggih yang terbaik manut sekadi sekarmanta beliau ketika beliau kari melinggih.

Wednesday, March 18, 2009

Akreditasi STAH Dharma Nusantara-Jakarta

Bersama niki tyang informasikan bahwa STAH Dharma Nusantara Jakarta telah di Visitasi terkait dalam proses penilaian akhir Akreditasi BAN-PT oleh yang tim Asesor yang terdiri dari :
1. Prof. Dewa Komang Tantra, MSc, Ph.D
2. Prof. Dr. Alef Theria Wasim, MA. (UIN Yogyakarta ).
Visitasi telah dilaksanakan pada tanggal : 15 Maret dan 16 Maret 2009 secara intensif dari pagi sampai sore hari, serta berlangsung secara Baik, Lancar, Aman dan Sukses, dengan harapan mudahan-mudahan hasilnya akan Baik.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan semua warga/umat Hindu se Jabo-Detabek yang kebetulan Ngayah dipura Aditya Rawamangun saat Visitasi/Akreditasi tersebut dilakukan.

Rasa angayu bagya dan matur Suksma dahat secara tulus ini kami sampaikan, atas segala bantuan moriil/materiil, partisipasi aktif serta Doa Restu para Bapak/Ibu dari semua pihak, khususnya kepada bapak /ibu Ir. Made Sudarta MM sebagai Ketua Banjar Jaktim dan Pengurus Yayasan Dharma Nusantara ; bapak Erlangga Mantik sebagai Ketua Suka-Duka Umat Hindu DKI ; bapak I Ketut Bantas sebagai ketua Parisada Hindu Dharma DKI, bapak Udyana Sangging, sdr Wayan Djana, sdr Putu Maharta, sdr Putu Suarsana, sdr D.K. Suratnaya, ibu-ibu PWSHD , para mahsiswa dan Alumni serta segenap sivitas akademika STAH DN Jakarta yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, sekali lagi terima kasih atas partisipasinya.

Semoga kebersamaan dalam semangat Ngayah Demi Umat ini dapat merupakan tonggak bersejarah bagi STAH DN Jakarta dalam Pengabdiannya untuk ikut berperan aktif meningkatkan Kualitas dan Kuantitas SDM Hindu sesuai visi : "Vidya, Vijnanam , Vidwan", sehingga dapat memperkokoh dan memperkuat Konsolidasi Umat Hindu Nusantara pada umumnya.

Demikianlah pemberitahuan ini kami sampaikan pada bapak Astono Chandradana untuk dapat disampaikan secara meluas kepada para Umat Hindu Nusantara.

Matur Suksma Dahat dan Selamat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan serta melaksanan Berata Penyepian dalam rangka menyambut Tahun Baru Saka 1931.

Tityang, Prof. Made Kartika D

Saturday, March 7, 2009

SANTHI PUDJA (DOA PERDAMAIAN) NUSANTARA


SAMPURASUN,
Om Swastyastu,

Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Titi Tentram Kertha Raharja merupakan suatu kondisi Negara yang aman tenteram dimana tidak ada kesengsaraan dan kemelaratan, semua rakyat bahu membahu membangun Negara, perekonomian meningkat pesat, kesejahteraan dan taraf kehidupan masyarakat berkembang baik, keamanan terjaga, para penguasa mampu mengatur kehidupan bernegara dengan sangat teratur dan berkeadilan sehingga sangat dicintai dan ditaati oleh rakyatnya.

Kondisi ideal seperti diatas itulah yang senatiasa diupayakan oleh setiap pimpinan Negara dibelahan manapun didunia ini.

Demikian pula halnya di Negara kita Republik Indonesia yang tercinta ini, para pemimpin Negara inipun telah berdaya upaya maksimal untuk bisa mewujudkan dan menciptakan kondisi idaman tersebut diatas.

Namun dalam perjalanan waktu ternyata justru banyak terjadi hal-hal yang menjadi terbalik dalam artian tidak sesuai dengan norma-norma yang seharusnya dilaksanakan untuk bisa mengejawantahkan kondisi idaman dimaksud. Akibat tangan-tangan serakah para penyelenggara Negara dimasa lalu dan sepertinya berkelanjutan sampai dewasa ini maka dalam prakteknya terjadilah banyak penyimpangan dilapangan, kemelaratan dan kemiskinan makin menjadi-jadi, banyak penguasa yang mendadak jadi juragan kaya baru dan masyarakat miskin menjadi semakin miskin, penipuan dan pembodohan terjadi dimana-mana.

Kondisi Negara semakin memprihatinkan, ideology Negara seolah-olah telah kehilangan jati dirinya bahkan ada segelintir golongan yang ingin memaksakan ideologinya sendiri untuk diterapkan sebagai ideology Negara, suasana perpolitikan nasional ibarat api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa membara, perekonomian makin terpuruk dunia usaha mengalami kemandekan, sosio cultural mayarakat, tata krama, adat istiadat semakin ditinggalkan, semakin meredup dan kehilangan pamornya, kepedulian sosial sudah menjadi barang langka dimasyarakat.

Fenomena alam yang sering kali tidak bersahabat seperti, Tsunami, Banjir, Gempa Bumi, Gunung meletus, Semburan Lumpur Panas, Kebakaran Hutan, Angin Puting Beliung, Gas Beracun serta berbagai fenomena alam lainnya yang telah meluluh lantakkan beberapa daerah ditanah air serta telah memakan korban ratusan ribu nyawa manusia.

Wabah berbagai penyakit menular merajalela seperti DBD, Flu Burung, Muntaber, Cikungunya dan lainnya yang sampai saat inipun belum bisa tertanggulangi dengan baik dan telah menelan korban yang tidak sedikit.

Kecelakaan-kecelakaan maut moda transportasi baik yang terjadi didarat, laut dan diudara yang telah merenggut ratusan nyawa manusia terjadi dimana-mana.

Gambaran kondisi diatas jelas merupakan KEPRIHATINAN NASIONAL bangsa ini yang kiranya memerlukan partisipasi semua warga masyarakat sebagai warga Negara yang baik untuk ikut berperan serta mengupayakan penanggulangannya, sehingga bisa lebih membantu meringankan beban dan tanggung jawab dari para pimpinan Negara yang telah berupaya sedemikian rupa untuk bisa mengatasi keadaan dan kondisi memprihatinkan bangsa ini.

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan sebagai warga Negara yang merasa terpanggil dan terketuk hatinya untuk ikut berpartisipasi adalah dengan melakukan doa dan munajat kehadirat Gusti Kang Murbeng Dumadi, Tuhan Yang Maha Agung dan Bijaksana Penguasa Alam Jagat Raya ini, sesuai dengan tata cara, adat istiadat, keyakinan dan kepercayaan yang dianut masing-masing warga masyarakat.

Sehubungan dengan peringatan Hari Raya Galungan, Nyepi dan Kuningan serta dalam rangka menghadapi PEMILU 9 April 2009 yang akan datang, izinkanlah melalui kesempatan ini kami mengajak Bapak/Ibu dan Saudara-saudara yang sepaham dan merasa terpanggil untuk ikut serta mengupayakan penanggulangan terhadap apa yang menjadi Keprihatinan Bangsa ini, tanpa membeda-bedakan Suku, Agama dan Ras (apapun warna kulit kita, apapun keyakinan dan kepercayaan kita, apapun adat istiadat kita, apapun suku bangsa dan golongan kita, apapun latar belakang politik kita), marilah kita didalam bingkai semboyan adiluhung BHINNEKA TUNGGAL IKA, bersama-sama melaksanakan DOA dan MUNAJAT BERSAMA demi PERDAMAIAN dan KESEJAHTERAAN BANGSA INDONESIA yang kita cintai bersama ini.

Demikianlah ajakan dan himbauan kami kepada segenap warga bangsa khususnya yang sepaham dan merasa terpanggil untuk bisa melaksanakan sesuatu yang bermanfaat, walaupun hanya setitik nilainya, namun hal itu sudah merupakan suatu upaya yang sangat mulia demi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara dibumi Nusantara yang sangat kita cintai ini.

R A H A Y U

Salam Kasih dan Damai dari tityang,

Jro Mangku P Astono Chandra Dana, SE,MM

PENGARAHAN KETUA UMUM PSN

Pengarahan Kepada Pengurus PSN
Korwil/Korda Se Indonesia
Oleh :
Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara Pusat


Dalam orientasi pinandita se Jawa yang diselenggarakan oleh Depag di Semarang pada akhir Maret 2007 ybl., pengurus Pinandita Sanggraha Sejabodetabek didesak oleh semua peserta agar wadah yang sudah ada segera dikembangkan menjadi wadah nasional, sehingga pinandita dalam melaksanakan pelayanannya memiliki visi dan misi yang jelas. Dengan adanya wadah yang jelas, legal secara hukum diharapkan organisasi organisasi Hindu khususnya Pinandita Sanggraha dapat berperan aktif untuk menyadarkan para anggotanya dan umat kita agar tidak terjerumus kedalam persaingan negatif yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan kita. Keluar wadah ini dapat berpartisipasi aktif di wilayahnya masing masing dalam menunjang program program tahunan yang berkaitan dengan tugas/fungsi organisasi tersebut. Dengan demikian keberadaan wadah/organisasi memberikan manfaat, bukan sekedar untuk gagah gagahan.

Dengan bergulirnya waktu membawa derap langkah Pinandita Sanggraha Sejabodetabek bangkit, tumbuh, berkembang menjadi embrio daripada Pinandita Sanggraha Nusantara yang telah dideklarasikan pada tanggal 19 Mei 2007 bertempat di gedung Sapta Pesona Depbudpar, Banyak sudah hal yang telah terjadi selama kurun waktu 9 bulan ini, sehingga kami bangkit dari lamunan, memompa semangat, memacu diri untuk terus berkreasi, membenahi diri, menyempurnakan kepengurusan/organisasi, membuat program guna mensosialisasikan keberadaan PSN keseluruh plosok tanah air, baik secara langsung/melalui pertemuan-pertemun di setiap waktu dan kesempatan melalui liflet-liflet, layanan sms (Si Rohin, Si Dohin), program asuransi kumpulan bagi anggota (pinandita lanang istri, srati banten, mangku dalang), penerbitan buku-buku kepinanditaan dsb} serta program program jangka pendek yang tersusun secara sistematis dan menyentuh kebutuhan kebutuhan pinandita dalam era reformasi, demokratisasi yang sedang berkembang di negeri ini sehingga memotivasi para pinandita untuk segera membuat wadah dimasing-masing wilayah (provinsi, kabupaten, kecamatan),

Motivasi dan dporongan moril dan materiil juga datang dari Dirjen Bimas Hindu, PHDI Pusat, DKI, SDHD Banjar DKI, Jabodetabek, WHDI, Pemuda, Pengempon Pura, dari hampir semua Lembaga Lembaga Hindu, baik di Jawa, Lampung, maupun Kalsel. Juga sangat besar perannya dalam perkembangan Pinandita Sanggraha ini adalah Kepala Perwakilan Pemda Bali di Jakarta, dimana telah memberi pembekalan kepada para pinandita, serati banten, sanggar-sanggar yang ada, guru-guru agama melalui penataran-penataran yang diselenggarakan secara berkesinambungan. Adanya atensi dari seluruh jajaran ini sungguh memberikan spirit, dimana wadah ini didorong untuk membenahi diri dan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada umat.

Para hadirin yang berbahagia,
Sesungguhnya bapak-bapak, ibu-ibu, generasi muda yang telah bersedia menjadi pengurus PSN ini adalah harapan masa depan umat dan harapan ini akan terwujud melalui watak atau karakter. Bila kita cermati lebih jauh tujuan akhir dari semua ilmu pengetahuan haruslah untuk membangun karakter. Dan landasan untuk membangun karakter adalah agama. Dilain pihak agama juga berfungsi sebagai rambu-rambu yang mengingatkan kita untuk senantiasa menempuh cara- cara yang baik dan benar dalam setiap langkah, pemikiran dan tindakan yang akan kita lakukan. Oleh karena itulah, dalam era globalisasi yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesatnya, sikap mental kita perlu diperkuat dengan nilai nilai moral keagamaan yang tangguh, sehingga agama dapat berperan sebagai pengendali.

Kenyataan membuktikan, bahwa penguasaan dan penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diimbangi dengan landasan iman yang kuat, dapat membahayakan keselamatan manusia. Demikian juga sikap keagamaan yang hanya mementingkan segi segi ritual semata, akan menyebabkan manusia cenderung menjadi statis dan beku, yang tentunya sulit untuk mencapai kemajuan. Oleh karena itu antara ilmu pengetahuan dan teknologi di satu pihak, dengan keimanan di lain pihak harus saling mengisi dan menunjang, serta diarahkan untuk dapat mengakomodasikan semua upaya dalam memajukan dan mensejahterakan umat melalui perbuatan dan amalan nyata.

Oleh karena itu perkembangan dunia modern ini sudah sepantasnya diimbangi dengan perkenbangan pendidikan keagamaan, yang mengarah pada kemajuan dalam dunia kerokhanian.


Hadirin yang berbahagia;
Berdasarkan fakta dan realita, perkembangan umat beragama khususnya umat Hindu masih sangat ketinggalan dalam memahami ajaran agamanya secara integral. Ini dibuktikan, tata cara keberagamaan masih dominan dibobotkan pada pelaksanaan ritrual yang banyak menggunakan symbol-symbol yang demikian tinggi frekuensinya, ternyata belum banyak diketahui makna filosofisnya, yang artinya umat sedharma masih sangat membutuhkan tuntunan dalam segala aspek keagamaan yakni karma, bhakti, dan jnana atau upacara, bhakti dan tatwa. Penciptaan dan penggunaan symbol-symbol itu jika ditinjau dari sudut budaya ataupun tradisi memang memiliki nilai artistic yang sangat tinggi sebagai wujud pengem-bangan kreasi. Tetapi kreasi ini akan menjadi basi atau menjadi tidak berguna jika tidak mampu mengakomodir misi dan visi Weda.

Fenomena empiris memberikan petunjuk meningkatnya kesemarakan pelaksanaan upacara dari waktu ke waktu yang melibatkan sejumlah potensi-potensi sosial politik di dalamnya. Namun ironis jika dicermati lebih lanjut, dibalik kesemarakan tersebut muncul degradasi moral dari prilaku yang menjurus pada prilaku kontra produktif. Prilaku yang cenderung kriminal selalu meningkat menuju taraf yang mengkhawatirkan. Sementara itu implementasi ajaran agama kedalam wujud kepedulian terhadap kemanusiaan (agama humanis) masih jauh dari harapan. Orang lebih memilih berkontribusi terhadap pelaksanaan upacara agama secara lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontribusi (dana punia) untuk kepentingan sesama manusia yang dalam kondisi “ketunan” atau kurang beruntung.

Dalam kondisi seperti ini, para pinandita sangat diharapkan lebih mampu berperan sebagai pencerah dan pembimbing rohani bagi berbagai lapisan masyarakat. Untuk itu para pinandita perlu disiapkan melalui proses pendidikan yang lebih terencana dan sistematik. Tradisi “dana punia” yang semula lebih mengarah untuk aktivitas, diupayakan diperluas menuju implementasi ajaran agama Hindu yang lebih humanis dalam arti secara sadar peduli terhadap peningkatan SDM umat, disamping sesama umat lainnya yang memerlukan uluran tangan (wong ketunan).


Hadirin yang berbahagia;
Dalam kehidupan sosial yang semakin kompleks, warga Hindu yang tersebar diberbagai plosok tanah air, terutama mereka yang bermukim diberbagai kantong perantauan/transmigrasi amat memerlukan bantuan untuk memelihara dan memperkuat sraddha-bhaktinya. Jika tidak, besar peluangnya mereka akan tercabut dari budaya asalnya.

Bertolak dari permasalahan yang digambarkan secara singkat ini, kami sebagai pengurus Pinadita Sanggraha Nusantara, memprogramkan bagaimana meningkatkan kualitas para pinadita sebagai ujung tombak terdepan umat agar mampu memenuhi harapan dan persyaratan sebagaimana dituntut oleh kemajuan dan perkembangan jaman. Bila kita cermati lebih dalam secara kuantitas pinandita relatif terjaga oleh tata nilai budaya yang berlaku, namun dari segi kemampuan dalam pelayanan kepada warga masyarakat yang semakin terdidik dirasa belum memadai. Ada kesan, pinandita bahkan para Brahmana produk masyarakat bersistem banjar yang agraris lebih banyak memberi pelayanan dalam wujud nganteb/muput karya, sedang kalangan masyarakat yang lebih terpelajar sudah mulai menuntut lebih dari itu.

Memperhatikan hal ini perlu adanya perubahan- perubahan yang mendasar terhadap pola tradisional tadi dimana masyarakat Hindu Indonesia yang sudah memasuki “Post Modern” perlu dikembangkan pusat pendidikan calon pinandita/sulinggih secara lebih modern. Pada tatanan awal mungkin perlu diatur melalui system magang dengan ukuran “Rombe” (rombongan belajar dibawah pimpinan team Nabe yang layak dipercaya dan credible) Pada tatanan jangka menengah/panjang lembaga pendidikan berbasis Hindu perlu dimantapkan. Seperti apa sosok pendidikan yang berbasis Hindu, perlu dikaji secara cermat. Sangat dianjurkan mereka yang berkecimpung pada studi lanjut di bidang pendidikan Hindu melakukan penelitian secara berencana dan berlanjut. Hasilnya dapat berupa model hipotesis yang harus diuji coba, sebelum memperoleh hasil yang lebih mantap yang nantinya menghasilkan suatu system dengan lembaganya untuk menyatakan secara formal seseorang sebagai seorang pinandita. Tentunya harus ada syarat syarat tersendiri untuk menyatakan seseorang itu sudah berstatus pinandita.

Kepada segenap anggota Pinandita Sanggraha Nusantara perlu saya tekankan kembali bahwa sebagai pinandita di era modern ini, tidak cukup dimaknai hanya dengan : melaksankan nganteb saja, banyak membaca mantra-mantra, dalam keseharian-nya berpakaian putih, rambut panjang berjenggot serta hal-hal lain sejenisnya. Sebagai seorang pinandita kita harus mapu menyikapi perayaan- perayaan yang ada agar kita tidak terjebak pada hal- hal yang berkaitan dengan ritual semata. Disinilah peran kita sebagai seorang pinandita harus meresapi apa semangat dari yadnya-yadnya yang kita lakukan Kalau saja kita umat Hindu memaknai hari raya- hari raya Hindu dengan baik dan tekun melaksanakan apa yang tersurat dari sastra agama, maka tidak ada alas- an SDM Hindu ketinggalan seperti saat ini.

Seorang pinandita adalah merupakan sarana dan jalan untuk mentransfer pengetahuan keTuhanan. Jelas dinyatakan bahwa fungsi seorang pinandita adalah untuk membina mental spiritual umat demi terwujudnya kesejhteraan dan kebahagiaan lahir batin, bukan hanya nganteb yang selama ini dipahami oleh kita cenderung dalam pengertian yang sempit.

Anggota Pinandita Sanggraha Nusantara yang saya cintai;
Tujuan pinandita di masyarakat adalah menuntun umat agar mampu menjadikan informasi ajaran suci agama itu guna menumbuhkan transformasi diri untuk menjadi orang yang semakin berkualitas. Dari adanya transformasi diri inilah akan menumbuhkan transformasi social menuju apa yang disebut jagadhita. Seorang pinandita hendaknya memiliki keimanan (sraddha) yang mantap terhadap ajaran dharma, mengingat bahwa sebagai pinandita tugas utamanya adalah membina, karenanya pinandita harus memiliki pemahaman yang jelas tentang agama. Tanpa pemahaman yang jelas, tentu seorang pinandita tidak memiliki pijakan yang jelas. Tanpa pijakan yang jelas, para pinandita tidak akan mampu memunculkan nilai-nilai Hindu dalam pikiran dan tindakan.

Tanpa memahami agamanya yang jelas organisasi-organisasi Hindu tidak akan mampu menampilkan karakter Hindu. Organisasi yang sekedar memiliki lebel tanpa karakter memang tidak akan mampu berdiri tegak penuh percaya diri. Disinilah letak permasalahan kita sebagai umat Hindu sehingga organisasi kita secara umum perlu mendapat perhatian dan dukungan yang serius dari umat.

Kepada para pengurus yang baru dikukuhkan ingatlah selalu bahwa hidup yang berdisiplinlah yang menjadi landasan pengurus. Anda menjadi pengurus bukanlah hanya karena hari ini telah dilantik dan dikukuhkan seperti acara yang kita laksanakan pagi ini Upacara yang anda saksikan hari ini hanyalah bentuk luar yang bersifat formal. Sebagai pengurus anda dituntut disiplin yang jauh lebih ketat dari disiplin seorang sarjana ilmu pengetahuan. Disiplin hidup yang paling mendasar yang harus ditaati adalah kemampuan untuk mengamalkan Catur Purusa Artha dan Catur Asrama.

Kemampuan ini akan melahirkan disiplin moral dan mental sebagai landasan yang utama sebagai pengurus, karena disiplin moral dan mental tidak gampang diwujudkan. Hal ini hanya dapat dicapai melalui system pembelajaran dan latihan yang penuh dengan disiplin diri yang tangguh. Memang menurut aguron-guron kecerdasan penting, tetapi lebih utama adalah disiplin moral dan mental.

Pinandita Sanggraha Nusantara sebagai wadah dari para pinandita dan serati jelas akan menjadi sorotan bagi umat, sejauh mana penampilan prilaku sehari- hari dari para pengurusnya, bukan kemampuan melahap isi buku dan lontar-lontar untuk dihafalkan. Lebih-lebih pada jaman kali ini umat tidak akan banyak mu mendengar nasehat/program yang muluk- muluk dan indah dalam wacana. Umat akan lebih membelalakkan matanya melihat tauladan-tauladan dari para pengurus organisasi baju putih yang barusan dikukuhkan, Tidaklah tepat seorang menyandang gelar sebagai pengurus Pinandita kalau masih kuat pamerihnya, seperti ingin paling dihormati, merasa diri paling jago dari yang lain, dsb. Kalau sifat-sifat ini masih kuat menguasai seseorang pengurus, meskipun anda sudah diupacarai dan dikukuhkan pada hari ini, maka secara moral anda sudah kehilangan status kepengurusan bahkan sudah kehilangan status kepinanditaan.

Karena itu Mahatma Gandhi menyatakan bahwa Hindu itu senantiasa harus tampil remaja dan sehat agar selalu dapat memberikan hidangan spiritual pada umatnya dengan penuh gairah. Bagaimana meramu hidangan spiritual ini, sehingga mampu membangkitkan selera, memiliki aroma yang memikat, nikmat rasanya, memiliki kandungan gisi yang tinggi demi kesehatan rohani umat, adalah merupakan tugas dari segenap lembaga keagamaan Hindu, Pinandita Sanggraha Nusantara, PHDI, SDHD, WHDI, Pemuda, Cndekiawan, Lembaga Pendidikan /STAH, dsb.

Jika diibaratkan kereta api pengurus merupakan lokomotif dan anggota adalah gerbongnya. Untuk itu kemana lokomotif bergerak, kesana jualah gerbong akan mengikutinya. Sedangkan rel yang dilalui merupakan bentangan waktu yang harus dilewati. Bagaimana bentuk rel itu lokomotif harus mengikuti. Disamping itu dalam kedudukannya sebagai orang yang berada pada front terdepan yang memiliki fungsi sebagai missionaris, maka seorang pemimpin wajib memahami keberadaan jaman, untuk tetap eksisnya ajaran yang akan dikembangkan. Untuk itu terhadap tradisi yang sudah tidak cocok lagi dengan perkembangan jaman harus berani merombaknya. Sehingga wujud dari ajaran senantiasa tampil remaja, sehat dan segar dengan hidangan spiritual yang selau menggairahkan atau kontekstual.

Disamping itu didalam usaha menampilkan ajaran yang memiliki derajat ksehatan dan segar serta menggairahkan itu kita harus tetap berpegang pada visi Weda, dimana menu baru yang diketengahkan semata mata sebagai usaha pendalaman. Jangan sampai terjadi pendangkalan seperti banyaknya tradisi upacara yang digelar dengan berbagai tema tetapi miskin akan makna. Dan yang tidak kalah pentingnya dalam situasi jaman yang pluralistik ini, bagaimana Pinandita Sanggraha Nusantara berani mengambil sikap atau strategi yang tepat, bekerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan yang ada, untuk secara terpadu mengejar ketertinggalan yang kita rasakan dewasa ini.. Mudah- mudahan apa yang saya sampaikan ini dapat mengingatkan kita semua dari keterlenaan rutinitas upacara dan upakara atau terlena dipuji sebagai kelompok mayarakat yang penuh toleransi dan berbudaya adiluhung, dibalik realita sosial yang cenderung amat berbeda.

Om shantih, shantih, shantih Om

PERNYATAAN SIKAP


PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA
ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PORNOGRAFI

Pengantar
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi ini merupakan kelanjutan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi yang pernah disiapkan DPR RI. RUU tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi sempat menimbulkan gejolak pro-kontra yang demikian masif di masyarakat dengan gelombang demonstrasi besar-besaran di penghujung tahun 2005.
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi ini merupakan RUU Inisiatif DPR RI dan saat ini tengah diminta tanggapan dari Pemerintah. Fraksi-fraksi di DPR RI pun mencoba menggali masukan dari berbagai lapisan masyarakat.
Sebagaimana telah dilaksanakan sosialisasi tentang Rancangan Undang Undang Pornografi oleh Pansus dan Panja di Kantor Meneg PP tanggal 17 September 2008 yang lalu, sikap Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat sebagai Lembaga Tertinggi Umat Hindu di Indonesia tetap sama dengan sikap kami pada waktu kami menyampaikan dengar pendapat pada tanggal 20 Nopember 2007 di Gedung DPR – RI atas undangan dari Fraksi Partai Damai Sejahtera, Surat Nomor B F.PDS/DPR-RI/2007 dan public hearing pada tanggal 23 Nopember 2007 atas undangan dari Sekretariat Jenderal Departemen Agama RI melalui surat Nomor SJ/B.V/1/HK.00.1/1082/2007.
Materi ini merupakan Pernyataan Sikap dan Pandangan Resmi Parisada Hindu Dharma Indonesia, Majelis Tertinggi Umat Hindu Indonesia. Dengan demikian, sikap dan pandangan resmi Parisada Hindu Dharma Indonesia ini merupakan sikap dan pandangan seluruh warga-negara Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beragama Hindu.

Pendahuluan
Perjalanan sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini memasuki era yang disebut dengan globalisasi, yang ditunjukkan dengan melemahnya batas-batas antar-negara (borderless world); dengan segala manfaat, tantangan, dan dampak-dampak peradaban yang dihasilkannya. Salah satu hal yang secara diam-diam melekat pada globalisasi adalah kapitalisme dengan segala sistem dan perangkat pendukungnya. Korban terdepan dari proses globalisasi ini adalah etika budaya (Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.Sos., SH. MS. dalam Zaitunah Subhan, 2005: xvii). Tidak ada satu negara pun yang dapat menghindarkan diri dari gelombang transformasi global ini, termasuk Indonesia. Tantangan kita bersama adalah kemauan dan meningkatkan kemampuan bersama untuk menghadapinya.

Globalisasi mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan yang mendasar di semua aspek kehidupan. Perubahan ini menghadapkan perangkat-perangkat budaya seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, keamanan, kesenian, sistem sosial, dan juga agama pada masalah yang kompleks dan pelik. Salah satu efek negatif pengaruh globalisasi yang mengusung kebebasan adalah wilayah ”gelap” budaya, seperti masalah pornografi.
Pornografi, memang, merupakan wacana klasik yang sudah ada seumur dengan usia peradaban manusia. Pro-kontra tentang pornografi tidak kunjung usai, bahkan dapat dikatakan akan terus berlangsung. Tarik-menarik antara argumen agama-moralitas vis a vis kebebasan berekspresi-berkesenian terus berlangsung.
Diskursus tentang pornografi di Indonesia lebih kompleks lagi, karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan multikultur, sehingga standar penilaian terhadap pornografi bisa bermacam-macam dan tidak terselesaikan karena banyaknya perbedaan dan kepentingan. Sebagai contoh, adakah yang membedakan antara foto-foto ”panas” artis dengan lukisan perempuan telanjang yang dibuat pelukis? Apakah foto-foto perempuan masyarakat suku tertentu yang tidak memakai penutup payudara dapat dikategorikan sebagai pornografi?

Sikap Resmi Parisada atas RUU tentang Pornografi
Berikut ini disampaikan sikap resmi Parisada Hindu Dharma Indonesia atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi, sebagai berikut:
1. Pertama-tama kami menyampaikan bahwa Parisada Hindu Dharma Indonesia secara tegas menolak Pornografi. Untuk itu, Parisada Hindu Dharma Indonesia mengajak seluruh warga bangsa, khususnya majelis-majelis tertinggi agama, DPR, dan Pemerintah untuk bersama-sama memberantas semua bentuk Pornografi.
2. Parisada Hindu Dharma Indonesia menyatakan keberatan dan menolak terhadap RUU tentang Pornografi ini, dengan dasar-dasar pemikiran dan pertimbangan sebagai berikut:
2.1. Naskah Akademik
Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi ini tidak dilandasi dengan Naskah Akademik yang berisi kajian filosofis, teoritis, sosioligis, dan yuridis yang komprehensif. Sedangkan Naskah Akademik RUU tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi yang pernah ada terlalu dangkal dan tidaklah cukup ilmiah untuk dapat dijadikan sebagai academical draft untuk sebuah Rancangan Undang-Undang.
Jika RUU Pornografi dipaksakan untuk disyahkan menjadi Undang-Undang maka yang akan mematuhinya adalah mereka yang menyetujuinya saja, sedangkan mereka yang lain tidak merasa wajib untuk melaksanakannya.
Substansi Masalah Pornografi
Merebaknya berbagai tindakan asusila dan meningkatnya masalah pornografi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan adanya dekadensi moral masyarakat dan pergeseran nilai-nilai. Hal ini mencerminkan adanya kegagalan dalam penanaman norma-norma dan nilai-nilai luhur yang seharusnya dijadikan pegangan hidup bermasyarakat dan berbangsa. Kegagalan ini seyogyanya dikaji ulang sehingga penanaman norma-norma dan nilai-nilai luhur yang menjadi akar budaya bangsa kembali menemukan jati dirinya.
Substansi Tujuan dan Isi dari RUU
Bila dilihat dari sudut tujuan dari Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi ini, sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 2 dan Pasal 3 butir a sd d, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya yang yang harus melaksanakan tujuan tersebut adalah dunia pendidikan dan lembaga-lembaga agama.
Bila dilihat dari sudut isi dari Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi ini, secara substansial RUU tentang Pornografi ini mengandung pengertian yang rancu dan multi tafsir. Kerancuan ini terjadi karena RUU tentang Pornografi ini mencampuradukkan persoalan moral dengan persoalan hukum.
Selain itu, substansi isi RUU tentang Pornografi ini telah terdapat dalam produk perundang-undangan yang sudah ada (seperti KUHP, Undang-Undang Penyiaran, Undang-Undang Pers, Undang-Undang Perlindungan Anak).
Kerancuan-kerancuan dalam RUU yang menjadi Sumber Disintegrasi Bangsa
Kerancuan pola pikir dan konsepsi, ketidakjelasan filsafat dan semangat dasar yang melandasi RUU tentang Pornografi ini menyebabkan berbagai kerancuan isi dan ketentuan di dalamnya, bahkan sangat potensial menjadi sumber anarkisme, pemecah belah dan disintegrasi bangsa, misalnya:
Tentang Perijinan . (BAB II, Pasal 4-15): lembaga apa yang berhak memberi ijin, hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh diijinkan, dsb.

a. Khususnya penjelasan pasal 14 c sangat keliru bila menggunakan contoh Lingga dan Yoni karena merupakan simbol sakral kreatif dari Sad Guna Brahman (Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta Purusa Perdana yang berevolusi menjadi seluruh bentuk ciptaanNya).
b. Tentang Kewenangan Pemerintah (BAB IV, Bagian Kesatu, Pasal 18 – 20): Isinya sangat rancu dan berpotensi disalahtafsirkan dan disalahgunakan. Bahkan pada Pasal 18 dan 20 terdapat ambivalensi antara melarang pornografi di satu pihak dan sekaligus memfasilitasi pornografi di pihak lain. Pasal 20 memungkinkan setiap Pemerintah Daerah menyusun peraturan (PERDA) yang berbeda-beda dan berpotensi terjadi penyalahgunaan akibat tafsiran yang subjektif dari masing-masing daerah.
c. Tentang Peranserta Masyarakat (BAB IV, Bagian Kedua, Pasal 21-22): Isinya sangat potensial dijadikan alasan pembenaran atas aksi-aksi kekerasan, tindakan-tindakan anarkis dan perbuatan kesewenangwenangan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu terhadap kelompok lain.

Dampak dari Rancangan Undang-Undang tentang Pornografi
Beberapa kemungkinan dampak yang dapat terjadi bila DPR RI dan Pemerintah RI memaksakan disahkan dan diudangkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi ini menjadi undang-undang, di antaranya adalah:
1. DPR dan Pemerintah RI dapat digugat karena mengeluarkan undang-undang yang dapat dikategorikan sebagai sebuah produk hukum yang melanggar Hak Asazi Manusia (HAM) dan bertentangan dengan hukum dasar serta perundang-undangan yang lebih tinggi.
2. Keanekaragaman budaya (multikulturalisme) bangsa Indonesia yang sampai saat ini masih eksis dan dijunjung tinggi oleh kelompok masyarakat di berbagai daerah, maka RUU ini sangat potensial menghancurkan kearifan budaya-budaya lokal.
3. Kehidupan sosial masyarakat yang kini berada ditengah tekanan dan kesulitan ekonomi, akan memicu aksi-aksi kekerasan, tindakan-tindakan anarkis dan perbuatan kesewenang-wenangan serta menyulut konflik horisontal di dalam masyarakat.
4. Kemungkinan akan timbul friksi dan benih-benih perpecahan dalam masyarakat yang memperlemah kesatuan dan persatuan bangsa, bahkan menimbulkan disintegrasi bangsa Indonesia.

Masukan dan Seruan.
Dengan tetap berpikir dan bersikap positif-konstruktif, dan ditujukan semata-mata demi utuh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila dengan

rakyat yang sehat secara fisik, mental, sosial dan spiritual, Parisada Hindu Dharma Indonesia menyampaikan masukan substantif dan seruan sebagai berikut:
1. Pemerintah melalui Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional, hendaknya mencanangkan strategi dan membuat program yang berkesinambungan seperti ”Gerakan Nasional Pembentukan Moral dan Pembangunan Karakter Bangsa”, dengan melibatkan semua komponen bangsa.
2. Substansi isi RUU tentang Pornografi ini sudah terdapat dalam produk perundang undangan sebelumnya (antara lain: KUHP, Undang-Undang Penyiaran, Undang-Undang Pers, Undang-Undang Perlindungan Terhadap Perenpuan dan Anak). DPR dan Pemerintah hendaknya melakukan revisi atas Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan agar dilaksanakan secara konsisten.
3. Agar mengefektifkan upaya penegakan hukum dan dilaksanakan secara serius dan berkesinambungan.
4. Mengajak seluruh warga bangsa untuk bersama-sama meningkatkan penghargaan terhadap harkat dan martabat perempuan.
5. Agar seluruh warga bangsa tidak mempergunakan kebebasan berekpresi dalam berkesenian sebagai pembenaran untuk melakukan penyebaran pornografi.
Demikian pernyataan sikap dan masukan substantif atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pornografi, agar menjadi masukan yang berguna bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya demi tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa.

Jakarta, 18 September 2008
Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat

Ketua Umum,




DR. I Made Gde Erata, MA

Sekretaris Umum,




Kol Inf. (Purn.) I Nengah Dana, S.Ag.