Thursday, September 16, 2010

AGAMA ADALAH PRAKTEK bagian ketiga

Oleh : Jro Mangku Ir. Gusti Ngurah Made Suyadnya (Ketua Umum PSN Pusat)

LANGKAH 2 ; ISTIRAHATKAN PIKIRAN DALAM TUHAN

Engkau akan memberikan kedamaian bagi mereka yang pikirannya terpusat pada-Mu. Anda pasti menemukan bahwa setiap kali pikiran anda berada dalam Tuhan, setiap kali anda merasakan kehadiran-Nya, anda berada dalam kedamaian.

Dapatkah anda mencoba sebuah latihan sederhana? Setiap kali anda mulai sadar pikiran anda melayang, perlahan-lahan dengan penuh kasih sayang bawalah pikiran anda kembali kepada Yang Maha Kuasa. Memang tidak mudah! Bahkan saat anda sadar bahwa pikiran anda mulai melayang, kita ikut melayang bersama pikiran kita! Akan tetapi lakukan sebisa anda untuk menghentikan pikiran anda yang sedang melayang ini, dan bawalah kembali kepada Yang Maha Kuasa.

Jangan berusaha untuk melawan pikiran kita----karena pikiran dapat menjadi musuh yang berbahaya. Ber-temanlah dengannya, bujuklah dia, seperti anda membujuk seorang anak yang keras kepala, bahwa akan baik baginya untuk terfokus pada Yang Maha Kuasa. Ijinkan pikiran anda untuk sedikit menikmati kedamaian yang timbul. Katakan padanya, “Lihat, lihatlah betapa bahagianya bila kita diam dihadapanNya! Dia akan membuat kita merasa damai saat kita beristirahat denganNya. Mengapa kita tak bisa berdiam saja dihadapanNya dan merasakan kebahagiaan dalam hidup?”

Pikiran yang cepat tidaklah sehat. Pikiran yang pelan adalah sehat. Pikiran yang hening adalah suci. Jika anda menginginkan kesucian anda nyata, pelankan laju pikiran anda, heningkan pikiran anda dalam hadirat Yang Maha Kuasa. Pikiran yang kosong mengundang penghuni yang berbahaya, seperti sebuah rumah besar yang kosong, mengundang glandangan dan buronan untuk mengisi kamar-kamarnya, karenanya isilah pikiran dengan segala yang baik dan mulia.

Bagaimana kita mengharapkan dapat menemukan kedamaian di dunia luar, ketika kita gagal menyadari bahwa kebahagiaan sebenarnya berpusat dalam pikiran kita sendiri.
Mengapa pikiran kita berkeliaran? Penyebab berkeliarannya itu ada tiga hal, seperti halnya maya memiliki tiga wajah;

1. Yang pertama adalah kenikmatan, kepuasan duniawi. Kenikmatan mengundang kita bagaikan magnet. Pikirkan tempat tempat hiburan kesukaan anda seperti bioskop, theater, bar, klub, dan seterusnya, semua ini dan masih banyak lagi yang sangat menarik bagi pikiran manusia. Hal hal ini menarik imajinasi dan membangunkan hasrat dalam diri anda. Hasrat inilah yang membuat pikiran berkeliaran.

2. Wajah kedua dari maya adalah kekayaan. Kita terus mengumpulkan kekayaan yang semakin banyak. Kita bahkan tidak memiliki waktu untuk menghabiskannya! Suatu waktu kematian menerkam kita dengan tiba tiba, dan pada saat meninggal kita terpaksa meninggalkannya, kita berjalan terus dengan tangan kosong ke Dunia lain.

3. Wajah ketiga maya adalah ketenaran, keagungan duniawi, pengaruh dan kekuasaan. Ada orang-orang yang mengutuk hasrat dan menjauhi kekayaan, tetapi mereka sangat tertarik akan kebesaran nama, ketenaran, kehormatan dan pendapat umum. Mereka juga merupakan tahanan dari Maya! Kita tidak mungkin mencapai kesempurnaan ini dalam semalam, tetapi kita bisa dan harus berusaha memusatkan pikiran yang berkeliaran sehingga kita bisa mempergunakan kekuatannya untuk kebaikan. Fokus terhadap Tuhan mendekatkanmu dengan Keabadian, sehingga pikiranmu bisa mengatur yang tidak abadi sebaik-baiknya.

Lord Chesterfield berkata bahwa pikiran yang lemah dan berkeliaran menjadi seperti mikroskop, yang hanya terpaku pada hal hal yang tidak penting. Pikiran yang berkeliaran menjadikan gundukan seperti gunung dan membayangkan halangan yang tak teratasi dalam jalan menuju kemajuan. Sebaliknya pikiran yang terpusat mempunyai kebijakan, kekuatan dan kebesaran untuk membantu kita mengatasi tantangan dalam hidup.

Dalam kata-kata filsuf Zen, Chang Tsu : Jika air mendapatkan kejernihannya dengan tetap diam, pikiran bisa lebih hebat lagi! Pikiran yang tenang menjadi cermin dari alam semesta, teropong untuk melihat seluruh ciptaan. Engkau akan memberikan kedamaian sempurna bagi mereka yang pikirannya terpusat pada-Mu.


LANGKAH 3; JADILAH SINGA BUKAN ANJING

Orang Suci menjelaskan hal ini sbb; “Jika kamu melempar bola pada anjing, apa yang terjadi? Ia berlari mengejarnya. Jika kamu melempar apapun pada singa, apa yang terjadi, ia akan mengacuhkan benda tersebut dan berlari mengejarmu. Dia akan mengejar pelemparnya, bukan benda yang dilemparkan.

Setiap saat kita berpikir mengenai benda-benda yang dilemparkan pada kita, mengenai kondisi dan keadaan kita hidup, mengenai pola dalam hidup yang berubah-ubah, saat saat dalam hidup yang segera akan berlalu. Kita tidak memikirkanNya, Sang Pelempar yang telah melemparkan semua ini pada kita.

Kita harus menyadari berulang-ulang bahwa ada anugerah dalam semua yang terjadi pada kita. Semua pengalaman hidup akan mengajarkan kita sesuatu . Kita harus menerimanya sebagai sebuah anugerah dan kita akan dianugrahi dengan berlimpah. Berpalinglah pada Tuhan dalam doa dan meletakkan semua kekhawatiran, kebingungan kita di kakiNya. Ini akan memberI kita perasaan damai dan rileks secara langsung, sehingga kita bisa menangani masalah dalam jiwa penyerahan yang tenang.

Kosongkan pikiran anda dari segala kekhawatiran. Letakkan beban anda di kakiNya dan Dia akan memberi anda ketenangan, keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan hidup.

Que sera,sera! Apapun yang akan terjadi, terjadilah! Jadi mengapa harus khawatir? “Apapun yang telah terjadi, apapun yang sedang terjadi, apapun yang akan terjadi semuanya terjadi untuk yang terbaik.” Kita harus menegaskan berulang-ulang bahwa ada anugerah dalam semua yang terjadi pada kita. Semua pengalaman hidup akan mengajarkan kita sesuatu. Kita harus menerimanya sebagai sebuah anugerah, dan kita akan dianugerahi dengan berlimpah.

Daripada khawatir, marilah kita berpaling pada Tuhan dalam doa dan meletakkan semua kekhawatiran kita di kaki-Nya. Ini akan memberikan kita perasaan damai dan rileks secara langsung, sehinhgga kita bisa menangani masalah dan kesulitan dalam hidup dalam jiwa penyerahan yang tenang. Mengapa kita harus membawa beban berat dalam pikiran dan hati kita, ketika kita bisa dengan mudah meletakkan beban kita dikaki-Nya yang cukup kuat untuk memanggul semua beban di dunia ini?
Letakkan beban anda di kaki-Nya dan Dia akan memberi anda ketenangan, keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan hidup.

LANGKAH 4; JANGAN BERKONSENTRASI PADA MASALAH.
BERKONSENTRASILAH PADA PEMECAHAN


Masalah ada bagi kita semua; setiap orang pasti menghadapinya; masalah kesehatan, keuangan, hubungan keluarga, diplomatic, pekerjaan, anak-anak. Setiap orang menghadapi masalahnya masing-masing, tanpa kecuali, kita semua selalu membayangkan bahwa masalah kita yang paling berat dari semuanya.

Ingatlah bahwa setiap masalah punya solusi. Tidak ada masalah yang tidak punya pemecahan.

Ada tiga cara untuk menghadapi masalah;

1. Cara pertama adalah dengan cara menghindarinya, menantang masalah ini membuat anda gentar, jadi anda memutuskan untuk kabur. Menghindari masalah, bisa dipastikan masalah ini akan kembali pada anda cepat atau lambat. Menghindari terus menerus akan membuat masalah ini menjadi semakin besar, berat, sampai pada suatu saat anda tak akan dapat menghindarinya lagi.

2. Cara kedua lagi lagi cara yang salah dimana untuk menghadapinya dengan sikap pasrah yang pasif. Apa yang tak dapat disembuhkan harus diderita. Apa yang bisa kita lakukan, kita harus menghadapi masalah ini, tidak ada jalan keluar.

3. Cara ketiga menghadapi masalah dengan cara yang benar, cara kemenangan. Kita terima masalah ini dengan senang hati, menyambutnya dan meminta pesan apa yang terkandung dalam masalah ini yang merupakan pesan dari Tuhan. Percaya bahwa hidup ini tidak diberikan dengan syarat yang mudah, hidup adalah penuh tantangan, kesulitan, cobaan dan konflik. Masalah masalah diberikanNya untuk kebaikan bagi kita.

Hidup adalah sekolah, bukan ladang untuk memanen kenikmatan belaka. Majulah untuk menyambut masalah saat muncul di cakrawala. Janganlah takut, janganlah melarikan diri, hadapi, atasi dan bekerja samalah dengannya, sambil memahami dan ia akan membawa anda ke sebuah penemuan berharga, sebuah penghargaan yang semestinya anda terima. Inilah cara yang benar untuk menghadapi masalah, cara kemenangan.

Masalah tanda dari kehidupan; masalah adalah ciri-ciri kehidupan. Jika anda pernah mengalami hari dimana anda tidak perlu menghadapi masalah satu pun juga, sebaiknya anda membaca berita kematian di koran, kalau-kalau nama anda ada disana. Hanya mereka yang sudah mati yang tak menghadapi masalah!

Masalah tidak datang kepada kita tanpa di sengaja. Masalah sengaja dilempar di jalan kita oleh Tuhan demi kebaikan kita sendiri. Di saat kita bisa menangani masalah-masalah ini dengan baik, di saat ini kita bisa membuka kekuatan dari dalam jiwa kita sendiri, energy besar yang tersimpan dalam diri kita. Jika kita dapat melepaskan sedikit saja kekuatan yang tak terhingga ini, kita akan menyadari bahwa tak ada yang tak dapat kita capai. Dan cara terbaik untuk membuka, mengeluarkan kekuatan-kekuatan terpendam ini adalah dengan menghadapi masalah dan tantangan dengan cara yang benar.

Jangan lihat masalahnya, lihat pemecahannya. Kepuasan terbesar dalam hidup datang pada anda bukan dengan lari dari masalah, bukan dengan mengacuhkan kewajiban-kewajiban berat, tetapi dengan menghadapi dan menyelesaikan masalah, dengan menerima tantangan sebagai individu yang bertanggung jawab dan bisa dipercaya. Masalah tidak membawa anda pada jalan buntu. Masalah tidak akan menghalangi jalan anda untuk selamanya. Masalah bukan penghalang melainkan batu loncatan menuju hidup yang lebih kaya dan lebih indah.

Bhagawad Gita memberi tahu kita bahwa hidup kita berdasarkan dwanda, pasangan yang saling berlawanan; gelap dan terang, siang dan malam, panas dan dingin, kelebihan dan kekurangan, jauh dan dekat, baik dan jahat, pujian dan hinaan, daftar ini tak ada habisnya. Anda tak tahu rasanya panas tanpa merasakan dingin, tak tahu rasanya terang tanpa merasakan gelap. Begitu juga halnya dengan masalah Kapanpun anda punya masalah, anda pasti punya pemecahannya, pemecahan yang terkandung dalam masalah itu sendiri.



Bersambung............

No comments:

Post a Comment